Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

MHQ Internasional Disabilitas Netra Sukses Digelar di Jakarta: Dukung Akses Belajar Alquran yang Inklusif

Hilmi Setiawan • Senin, 8 Desember 2025 | 21:54 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam penutupan Musabaqoh Hifdzil Qur
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam penutupan Musabaqoh Hifdzil Qur

JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bersyukur Indonesia jadi tuan rumah Musabaqoh Hifdzil Qur'an (MHQ) Internasional untuk Disabilitas Netra. Dia berharap ajang tersebut digelar secara rutin. Supaya membuka akses belajar Alquran yang inklusif untuk masyarakat.

Dia mengatakan perlombaan kerjasama Kemenag Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) itu penting. Karena jadi wadah menyalurkan bakat-bakat unggul penghafal Alquran di kalangan disabilitas netra. Khusus MHQ Internasional Disabilitas Netra yang digelar di Jakarta pekan lalu itu, diikuti peserta dari 12 negara.

"Acara seperti ini harus dijalankan secara rutin," katanya. Bahkan dia berharap semakin banyak negara yang mengirimkan jagoannya. Bagi Nasaruddin belajar Alquran itu adalah ranahnya qalbu atau hati. Sehingga keterbatasan fisik bukan jadi penghalang.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, musabaqah bukan hanya ajang unjuk kemampuan para hafiz dan qari. Tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Alquran. Dia berharap penyelenggaraan MHQ Disabilitas Netra Internasional dapat menjadi agenda berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas.

“Dengan hadirnya musabaqah seperti ini, betul-betul mengguncang masyarakat Indonesia bahwa negeri ini memiliki keajaiban luar biasa yang ditampilkan para peserta,” ujarnya. Dia mengatakan Indonesia sudah berpengalaman menyelesaikan MTQ secara berkala. Nantinya ajang kompetisi hafidz di tanah air jadi saringan untuk mengirim peserta di tingkat internasional.

Dia menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan nilai-nilai Alquran di tengah masyarakat. Antusiasme publik serta banyaknya talenta muda penghafal Alquran menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat ekosistem Qurani di tanah air.

Baginya Indonesia adalah lahan subur untuk menyemaikan bibit-bibit nilai Alquran. "Kita sangat berbangga menjadi warga bangsa Indonesia,” tambahnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#nasaruddin umar