JawaPos.com – Untuk mengendalikan banjir, Pemprov DKI terus memperbanyak embung, waduk, maupun situ. Selasa (9/12), Gubernur DKI Pramono Anung meresmikan Embung Lapangan Merah di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Infrastruktur pengendali banjir itu hadir dengan wajah baru yang lebih tertata, nyaman, dan multifungsi bagi masyarakat.
''Embung ini kurang lebih memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi. Dan ini akan mengurangi banjir di kecamatan kurang lebih 35-50 persen,'' kata Pramono.
Informasi lebih rinci, Embung Lapangan Merah memiliki luas penampang basah 4.945 meter persegi, kedalaman 4 meter, dan kapasitas tampungan air mencapai 9.890 meter kubik. Dengan catchment area seluas 87,55 hektare, embung itu mampu mengurangi genangan di Jalan Kesatuan serta Jalan Lapangan Merah 3 antara 35 hingga 69 persen.
Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, sebelum embung dibangun, ada sebanyak tiga RW yang mengalami banjir. Yakni, RW 15, 16, dan 18 Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa. Dengan kehadiran embung itu diharapkan dapat mengurangi genangan di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, Pramono juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas pembangunan embung sebagai infrastruktur pengendali banjir sekaligus penyedia ruang terbuka publik. Menurutnya, jajarannya sedang memetakan lokasi tambahan embung maupun waduk di Jakarta.
''Saya meminta seluruh wilayah di Jakarta memanfaatkan embung dengan baik. Selain membangun lebih dari 300 RPTRA, kami juga mendorong PAM Jaya dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk menemukan sumber-sumber air baru yang bisa dijadikan tampungan. Jumlah embung yang akan dibangun akan kami sampaikan pada waktunya,'' tambahnya.
Sebagai informasi, pembangunan Embung Lapangan Merah dimulai pada 2023, sementara penataan arsitektur lanskap berlangsung pada 20 Juni hingga 16 November 2025. Hasil pembangunan ini menghadirkan ruang publik hijau dan teduh yang dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan berbagai aktivitas warga. Embung juga dilengkapi fasilitas berupa outdoor gym, area bermain anak, jogging track, saung terapung, area batu refleksi, area pemancingan, toilet, dan musala.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi