Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Nicholas Saputra dan Bakti BCA Dampingi 10 Desa Wisata Menuju Pariwisata Berkelanjutan

Almushowir • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:50 WIB
Duta Bakti BCA Nicholas Saputra (tengah) dan EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn (belakang, enam dari kiri) bersama perwakilan pengurus 10 Desa Bakti BCA.
Duta Bakti BCA Nicholas Saputra (tengah) dan EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn (belakang, enam dari kiri) bersama perwakilan pengurus 10 Desa Bakti BCA.

JawaPos.com — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program corporate shared value (CSV) Bakti BCA menyelenggarakan Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA sebagai bagian dari komitmen mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan.

Kegiatan yang telah digelar pada 29–30 Desember 2025 di Desa Wisata Taro, Bali, itu menghadirkan Duta Bakti BCA, aktor dan pelaku pariwisata Nicholas Saputra, serta diikuti perwakilan dari 10 desa dan komunitas wisata yang tergabung dalam Desa Bakti BCA.

Forum dua hari tersebut memberi ruang pembelajaran langsung bagi pengurus desa tentang tata kelola pariwisata yang bertanggung jawab dan berstandar tinggi, selaras dengan prinsip cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE).

Peserta mendapat kesempatan melakukan benchmarking ke Desa Wisata Penglipuran, mengikuti cooking class di Taman Dukuh, serta sesi berbagi pengalaman bersama Nicholas Saputra dan EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.

Pemilihan Desa Wisata Penglipuran sebagai lokasi benchmarking didasarkan pada reputasinya, termasuk statusnya sebagai salah satu Best Tourism Village versi United Nations World Tourism Organization (UNWTO).

Photo
Photo

Sementara itu, keterlibatan Nicholas Saputra dipilih karena rekam jejaknya sebagai pelaku usaha pariwisata yang menekankan keberlanjutan dan penciptaan pengalaman wisata berkualitas.

Hera F. Haryn menegaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas desa-desa binaan agar mampu mengelola destinasi secara berkelanjutan.

“Pariwisata yang berkualitas tidak hanya diukur dari volume kunjungan, tetapi juga dari pengalaman wisata yang bermakna, standar layanan yang unggul, serta dampak positif bagi ekonomi, sosial budaya, dan kelestarian lingkungan setempat,” ujar Hera.

Dalam pelaksanaan program pembinaan, Bakti BCA mengacu pada kriteria pariwisata berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam Permenparekraf No. 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Pendekatan ini ditempuh BCA sebagai dukungan terhadap strategi nasional pengembangan pariwisata berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Sepuluh perwakilan pengurus yang mengikuti sesi di Taro berasal dari Desa Wisata Hijau Bilebante (NTB); Kampung Adat Nagari Sijunjung (Sumatera Barat); Desa Wisata Pentingsari (Jogyakarta); Wisata Wayang Desa Wukirsari (Jogyakarta); Kampung Adat Prai Ijing/Tebara (NTT); Desa Wisata Edelweiss Wonokitri (Jawa Timur); Desa Wisata Pulau Derawan (Kalimantan Timur); Desa Wisata Patakbanteng (Jawa Tengah); Desa Wisata Tamansari (Jawa Timur); dan Desa Wisata Taro (Bali).

Nicholas Saputra menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan prinsip keberlanjutan, antara lain menjaga keseimbangan kualitas layanan, pelestarian alam dan budaya, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal.

“Setiap destinasi memiliki karakter dan cerita unik; pendekatan pengelolaan harus disesuaikan kondisi setempat. Forum seperti ini menjadi ruang penting bagi pelaku pariwisata untuk saling belajar dan berbagi pengalaman,” kata Nicholas.

Baca Juga: Luncurkan Kartu Debit Visa, Pramono Anung Minta Bank Jakarta Segera IPO

Hingga kini BCA aktif membina 27 desa wisata di berbagai penjuru Indonesia. Sejumlah Desa Bakti BCA telah meraih penghargaan nasional dan internasional: pada ASEAN Tourism Awards 2025, enam desa binaan meraih penghargaan, yakni Kampung Adat Nagari Sijunjung, Desa Wisata Kreatif Terong, Desa Wisata Semen, Desa Wisata Taro, Kawasan Wisata Pecinan Glodok, dan Desa Wisata Hijau Bilebante.


Selain itu, Desa Wisata Taro dan Desa Wisata Hijau Bilebante pernah terpilih dalam Best Tourism Villages Upgrade Program UNWTO pada 2023.

Terbaru, BCA juga mendampingi enam desa dalam memperoleh Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Desa-desa tersebut antara lain Desa Wisata Dayun, Desa Wisata Kreatif Terong, Desa Wisata Tamansari, Desa Wisata Pentingsari, Desa Wisata Taro, dan Desa Wisata Hijau Bilebante — sebuah bukti kemajuan yang diharapkan mendorong daya saing dan keberlanjutan destinasi wisata di level lokal maupun nasional. (als/wir)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#PT Bank Central Asia Tbk (BCA) #bca #nicholas saputra