Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Dua Madrasah Hilang Tersapu Banjir Bandang Sumbar, Pembelajaran Sementara di Masjid

Hilmi Setiawan • Rabu, 7 Januari 2026 | 18:41 WIB
Proses pembelajaran di Sumatera Barat dilakukan secara darurat di masjid. Karena bangunan madrasahnya hilang tersapu banjir bandang beberapa waktu lalu. (Dok. Kemenag)
Proses pembelajaran di Sumatera Barat dilakukan secara darurat di masjid. Karena bangunan madrasahnya hilang tersapu banjir bandang beberapa waktu lalu. (Dok. Kemenag)

JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan di lokasi banjir bandang Sumatera Barat (Sumbar). Termasuk untuk siswa yang bangunan madrasahnya hilang terbawa banjir.

Data Ditjen Pendidikan Islam Kemenag menyebutkan ada dua unit madrasah rusak berat akibat banjir bandang. Yaitu MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, Kab. Agam. Bangunan dua madrasah itu hilang tanpa sisa. Untuk sementara proses belajar mengajar dilakukan secara darurat di masjid terdekat.

Secara khusus Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno meninjau pelaksanaan pembelajaran di masjid tersebut. Tujuannya untuk memastikan layanan pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Di tengah proses pemulihan pasca bencana alam banjir bandang.

Suyitno menegaskan, keberlangsungan proses pembelajaran menjadi prioritas utama pemerintah. Terutama di satuan pendidikan yang terdampak bencana alam. Bantuan yang disalurkan Kemenag difokuskan untuk pemulihan sarana prasarana. "Tujuannya agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan peserta didik tidak kehilangan hak belajarnya,” ujar Suyitno dalam keterangannya (7/1).

Dia mengatakan Kemenag sudah menyalurkan bantuan penanganan dampak bencana banjir pendidikan sebesar Rp 6,4 miliar. Bantuan tersebut disalurkan untuk 64 unit madrasah dan Raudlatul Athfal (RA) di Sumatera Barat. Setiap lembaga penerima memperoleh Rp 100 juta dan digunakan untuk rehabilitasi ringan. Selain itu untuk pengadaan sarana pendukung pembelajaran, serta pemulihan lingkungan belajar.

Suyitno mengatakan rincian bantuan tersebut meliputi 22 unit madrasah negeri dengan total bantuan Rp 2,2 miliar. Kemudian untuk 29 unit madrasah swasta dengan total bantuan Rp 2,9 miliar. Serta 13 unit RA dengan total bantuan Rp 1,3 miliar.

Di MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, bantuan dari Kemenag dimanfaatkan untuk menyiapkan kelancaran proses belajar mengajar dengan baik. Dengan langkah cepat ini, madrasah mulai kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Suyitno menambahkan, Kemenag terus memperkuat sistem respons cepat kebencanaan di sektor pendidikan Islam. Terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.

“Madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh menghadapi bencana," katanya. Bagi dia negara hadir tidak hanya saat darurat. Tetapi juga memastikan pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Suyitno juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat sekitar, wali murid, dan pihak terkait yang secara gotong royong membantu madrasah untuk bangkit kembali. Semangat gotong royong itu yang mempercepat pemulihan. "Kami berkomitmen untuk terus mendukung agar fasilitas yang rusak segera diperbaiki melalui skema bantuan darurat maupun anggaran sarana prasarana," pungkasnya.

Hadir mendampingi dalam kunjungan ini, Mustafa selaku Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat. Kemudian Thomas Febria sebagai Kepala Kantor Kemenag Kab. Agam. Serta Abdullah Hanif selaku Kabag Umum Pendis, serta jajaran pimpinan madrasah setempat. Kehadiran para pemangku kebijakan itu meneguhkan keseriusan pemerintah dalam mendukung dan memastikan pendidikan madrasah tetap berjalan di tengah bencana.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi