JawaPos.com – Gubernur DKI Pramono Anung menargetkan cakupan layanan air perpipaan di Jakarta mencapai 100 persen pada 2029. Selain menggencarkan pembangunan pipa, PT PAM Jaya juga akan membangun Gedung Sentra Pelayanan Terpadu di Kawasan IPA Pejompongan 1, Jakarta Pusat.
Peresmian pembangunan itu dilakukan langsung oleh Pramono. Dia menyebutkan, proses pembangunan itu cukup panjang, karena diusulkan sejak 2022 lalu. Gedung sentra pelayanan itu merupakan bagian penting dari upaya PT PAM JAYA meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat edukasi publik mengenai pengelolaan air yang berkelanjutan.
’’Gedung sebelas lantai ini betul-betul dibutuhkan, untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat dan seluruh staf maupun karyawan yang ada di PAM Jaya,’’ terang Pramono.
Pramono menyebut, dari target 100 persen, saat ini cakupan layanan air minum perpipaan PAM JAYA telah mencapai 80,5 persen. Angka itu ditargetkan meningkat menjadi 90 persen pada 2026 dan 100 persen pada 2029, sejalan dengan Pergub DKI Jakarta Nomor 48 Tahun 2025 tentang percepatan layanan air minum perpipaan.
’’Kalau bisa 90 persen di 2026, saya yakin 2029 bisa 100 persen dengan kualitas air yang baik,” ujarnya. Pembangunan gedung ini juga menjadi bagian dari penguatan peran PAM JAYA sebagai operator tunggal layanan air minum di Jakarta.
Sementara itu, Direktur Utama PT PAM JAYA Arief Nasrudin menuturkan, gedung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan pelanggan, tetapi juga sebagai pusat edukasi air bagi masyarakat.
’’Gedung ini kami bangun sebagai pusat layanan sekaligus pusat edukasi, agar masyarakat semakin memahami pentingnya air minum perpipaan dan konservasi air,” kata Arief.
Sebagai informasi, Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA itu akan dibangun dengan sebelas lantai dengan satu basement, memiliki luas bangunan sekitar 18.800 meter persegi. Nilai investasinya mencapai Rp 259 miliar dan dirancang dengan standar bangunan modern yang tahan gempa.
Salah satu fungsi utama gedung tersebut adalah Pusat Edukasi Air, yang akan menjadi sarana pembelajaran mengenai siklus air, manfaat air perpipaan, konservasi air, serta pentingnya mengurangi penggunaan air tanah. Fasilitas ini ditujukan bagi pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum.
Selain itu, gedung ini juga menjadi sentral layanan terpadu yang mengintegrasikan layanan pelanggan, call center, koordinasi antar divisi, hingga pusat pengawasan operasional melalui war room dan command center.
’’Kehadiran pusat layanan fisik ini tetap relevan untuk mendukung sistem pelayanan hybrid, baik daring maupun luring,’’ imbuhnya.
Lebih lanjut, Arief menyebutkan, dari sisi desain, gedung itu mengusung konsep arsitektur “Urban Water Falling” dengan pemanfaatan cahaya alami secara maksimal untuk mendukung efisiensi energi. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 590 hari.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi