JawaPos.com — Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tak hanya merenggut harta benda warga. Sarana ibadah dan kegiatan belajar mengaji pun ikut terdampak. Di beberapa daerah seperti Sumatera Utara dan Aceh, mushaf Alquran di pesantren, madrasah, dan tempat ibadah rusak akibat terendam banjir.
Kondisi tersebut mendorong lahirnya program Sedekah 1 Juta Alquran, hasil kolaborasi antara PAM Jaya dan Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara. Program itu ditujukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana agar dapat kembali menjalankan aktivitas ibadah dan pendidikan keagamaan.
Melalui program tersebut, sebanyak 1 juta mushaf Alquran akan didistribusikan ke berbagai pesantren, madrasah, dan tempat ibadah. Wilayah Sumatera yang terdampak banjir, khususnya Sumatera Utara dan Aceh, menjadi prioritas utama penyaluran.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menuturkan, keterlibatan PAM Jaya dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai penyedia layanan air minum perpipaan, tetapi juga sebagai entitas yang peduli terhadap kondisi sosial.
''Kami memahami bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut kebutuhan spiritual dan pendidikan keagamaan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap Alquran yang disalurkan dapat membantu masyarakat, khususnya para santri, agar bisa kembali belajar dan beraktivitas dengan lebih tenang,'' ujarnya.
Kolaborasi PAM Jaya dan MADAS Nusantara ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempercepat pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian antar sesama.
Seluruh mushaf dijadwalkan mulai disalurkan dalam waktu dekat ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi