Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Spesies Kupu-Kupu Naik 114 Persen, Taman Nasional Bantimurung Jadi Kingdom of Butterfly

Hilmi Setiawan • Kamis, 29 Januari 2026 | 06:48 WIB

 

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berkunjung ke Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan (28/1). (Dok. Kememhut)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berkunjung ke Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan (28/1). (Dok. Kememhut)

JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengapresiasi suksesnya upaya konservasi di Taman Nasional (TN) Bantimurung, Sulawesi Selatan. Dia berkesempatan melepas 19 ekor kupu-kupu di sana. Sekarang TN Bantimurung resmi sebagai Kingdom of Butterfly di Indonesia.

Kupu-kupu yang dilepas adalah jenis Macan Abu, Raja, Bidadari, Merak Cekatan, Ranggas Daun. Selain itu Raja juga melepas 11 ekor burung Jalak Tunggir Merah dan 32 ekor burung Kacamata Kericau. Dalam kesempatan itu, dia menekankan pentingnya TN Bantimurung sebagai Kingdom of Butterfly.

Photo
Photo

"Ini sebuah kebahagiaan saya kembali dapat mengunjungi Taman Nasional ini setelah berapa dekade saya kunjungi sebagai mahasiswa," katanya (28/1). Raja mengatakan selama di TN Bantimurung, bisa menikmati kekayaan alam yang indah beserta keanekaragaman hayatinya.

Raja menceritakan betapa pentingnya makna dan arti TN Bantimurung sebagai Kingdom of Butterfly atau kerajaan kupu kupu. Dalam sepuluh tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah spesies kupu-kupu di sana. Bahkan peningkatannya tercatat hingga 114 persen. "Ini menandakan keberhasilan kolaborasi seluruh stakeholder dalam menjaga ekosistem penting ini,” katanya. 

Sekjen PSI itu juga menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas dasar kawasan salah satunya toilet di dalam taman nasional. Upaya ini berlaku untuk semua taman nasional di Indonesia. Raja menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan. “Saya selalu mengatakan, jangan hanya melihat ruang tamu, tapi lihatlah toiletnya. Ini penting sekali," kata Raja Antoni. 

Kemudian Raja juga menekankan perlunya perbaikan infrastruktur pendukung di taman nasional. Seperti jalur wisata yang masih licin dan berlumut agar lebih aman dan ramah pengunjung. Menurutnya, pengembangan ekowisata yang baik akan memberikan banyak manfaat. Baik bagi pengunjung maupun bagi kelestarian ekosistem.

Dia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas layanan kawasan taman nasional. Menurutnya, perlu ada kerjasama dari semua pihak untuk menjaga hutan. “Semua pihak bahu-membahu, dan hasilnya bisa kita rasakan bersama. Menjaga kosistem yang penting ini, sehingga meningkatkan jumlah spesies,” pungkasnya. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Menhut