Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Pesantren Al Nahdlah Genap Berumur 20 Tahun, Kiai Niam Ingatkan Hidup Tidak Boleh Malas

Hilmi Setiawan • Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:36 WIB
Pengasuh pesantren Al Nahdlah KH Asrorun Niam Sholeh menyampaikan pidato pada peringatan 20 tahun berdirinya Al Nahdlah di Depok, Jawa Barat (31/1). (Hilmi/Jawa Pos)
Pengasuh pesantren Al Nahdlah KH Asrorun Niam Sholeh menyampaikan pidato pada peringatan 20 tahun berdirinya Al Nahdlah di Depok, Jawa Barat (31/1). (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Setiap manusia terlahir dengan fitrah yang sama. Namun dalam perkembangannya ada manusia yang berhasil mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Pesantren menjadi salah satu lembaga yang menggembleng manusia untuk menuju kehidupan lebih baik.

Pesan tersebut disampaikan pengasuh pesantren Al Nahdlah Depok KH Asrorun Niam Sholeh. Wakil Ketua MUI bidang Fatwa itu menegaskan dengan masuk ke pesantren, anak tidak hanya belajar pendidikan atau akademik saja.

"Dari Al Nahdlah kami bangkit. Dari semula yang malas-malasan, bertekad melakukan perubahan," kata Kiai Niam dalam peringatan 20 tahun Al Nahdlah Depok (31/1). Dia menjelaskan para santri dibiasakan hidup dengan norma dan nilai yang dijunjung tinggi oleh pesantren.

Selain itu santri juga tidak ketinggalan menyerap pengetahuan yang diajarkan oleh para guru atau ustad. Tidak hanya itu saja, para ustad juga mencontohkan perilaku atau attitude yang baik kepada para santrinya.

Guru besar ilmu fiqih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menekankan masuk pesantren itu jadi momentum untuk berubah diri. "Kalau tidak kita, siapa lagi. Orang tidak akan memetik buah, kalau tidak menanamnya," katanya.

Kiai Niam menegaskan para santri harus giat dan sungguh-sungguh dalam belajar. Karena baginya Allah tidak akan mengubah nasib santri dan orang tuanya, kalau tidak ada ikhtiar atau usaha dari dirinya sendiri.

Menurut dia Allah menurunkan potensi fitrah yang sama kepada semua umat manusia. Diantaranya adalah dibekali fitrah akal serta kemampuan untuk berusaha menjadi lebih baik. Dia menekankan pesantren Al Nahdlah berupaya mengajak para santri untuk bangkit dan menggali potensi dirinya.

Kiai Niam mengatakan setiap orang dilahirkan dengan potensi yang sama. Tetapi dalam perjalan hidup, keaktifan masing-masing orang menjadi kunci kesuksesan di masa depan. "Kita semua punya kehebatan, tinggal bagaimana aktualisasinya," tuturnya.

Dia lantas menyebutkan santri terlahir sebagai keturunan Jawa, Sunda, atau dalam kondisi yatim itu sudah tidak bisa dihindari. Kondisi itu merupakan bagian dari takdir atau given. Namun tidak jadi penghalang bagi seseorang untuk mencapai kesuksesannya. "Ada yang lahir berkulit putih, hitam, hidungnya pesek atau mancung, itu given dari Allah," tandasnya. Kondisi itu tidak boleh dipertentangkan atau bahkan jadi alasan untuk menghambat kesuksesan.

Dia bersyukur alumni pesantren Al Nahdlah banyak yang sukses dan ahli di bidangnya masing-masing. Ada yang ahli di bidang agama, kesehatan, dan rumpun ilmu pengetahuan lainnya. Selain itu ada juga yang sukses menjadi stand up comedian.

Puncak peringatan ulang tahun ke-20 dibuka dengan Ngaji Akbar. Kemudian disusul dengan fun walk lalu pemotongan tumpeng. Kiai Niam juga menyampaikan ulang tahun Al Nahdlah bertepatan dengan perayaan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Istora Senayan Jakarta. (wan)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#UIN Syarif Hidayatullah jakarta