Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Perputaran Uang Imlek 2026 Tembus Rp 9 Triliun, Ramadhan Diprediksi Lampaui Rp 20 Triliun

Masria Pane • Kamis, 19 Februari 2026 | 12:04 WIB
Parade barongsai di kawasan Ancol dalam menyambut Imlek 2026. (ANTARA/HO-Ancol)
Parade barongsai di kawasan Ancol dalam menyambut Imlek 2026. (ANTARA/HO-Ancol)

JawaPos.com – Pemprov DKI Jakarta optimistis roda ekonomi ibu kota terus berputar, dari momentum Imlek hingga Ramadan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebutkan, perayaan Imlek lalu mencatat perputaran uang hingga Rp 9 triliun. Dengan capaian itu, dia meyakini saat Ramadhan hingga Idul Fitri angkanya jauh lebih besar.

“Masuk Ramadan menuju Idulfitri, yakin saya bisa di atas Rp 20 triliun,” ujarnya di Cengkareng, Jakarta Barat, kemarin (18/2).

Menurutnya, rangkaian hari besar keagamaan menjadi motor penggerak ekonomi Jakarta. Setelah Imlek dan Ramadan, peringatan Hari Raya Nyepi pada 8 Maret juga diyakini ikut memberi dampak pada pergerakan ekonomi Jakarta.

“Bukan hanya ekonomi yang kami fokuskan, tapi ekonomi adalah penggerak semua kehidupan,” katanya.

Lebih lanjut, dengan momen perayaan hari besar keagamaan tersebut, Rano mengakui harga kebutuhan pokok mulai meningkat. Terlebih, awal-awal Ramdhan. Namun, dia memperkirakan harga akan kembali stabil menjelang pekan ketiga Ramadan.

“Harga mulai turun jelang pekan ketiga. Tapi, tetap akan kami lakukan operasi pasar,” imbuhnya.

Untuk menjaga pergerakan ekonomi Jakarta, Rano menyebutkan, Pemprov DKI akan memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Dia juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga ketertiban, kebersihan, keamanan hingga kenyamanan. “Mari kita jaga Jakarta dari segala aspek. Kita jaga ekonomi, kita jaga ketertiban, kita jaga kebersihan, kita jaga keamanan, kita jaga kenyamanan. Kalau semuanya sudah terjaga kayaknya kita tidurnya pules,” ujarnya.

Editor : Bintang Pradewo
#perputaran uang #imlek #ramadhan