JawaPos.com - Peresmian Pondok Indah Mall 5 di kawasan Pondok Indah Mall belum lama ini kembali menegaskan betapa dinamisnya perkembangan pusat perbelanjaan di Ibu Kota. Di tengah persaingan yang kian ketat, ekspansi tersebut menunjukkan bahwa industri retail modern Jakarta masih terus bertumbuh dan bertransformasi. Konsep yang lebih segar, tenant internasional, hingga desain ruang yang semakin futuristik menjadi daya tarik utama bagi generasi urban masa kini.
Namun di balik gemerlap peresmian mall baru, Jakarta sejatinya memiliki deretan pusat perbelanjaan senior yang telah lebih dulu hadir dan menjadi saksi perubahan zaman. Beberapa di antaranya bahkan berdiri sejak era 1980 an, jauh sebelum tren lifestyle mall seperti sekarang berkembang pesat. Meski bukan lagi yang termuda, mall-mall ini tetap bertahan, beradaptasi, dan menjaga eksistensinya di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern yang terus bermunculan.
Baca Juga: 5 Mal di Jakarta yang Hadirkan Dekorasi hingga Event Spesial Ramadhan
Sarinah
Sebagai pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia, Sarinah menempati posisi istimewa dalam sejarah retail Jakarta. Diresmikan pada 1966 di kawasan Jalan MH Thamrin, gedung ini menjadi simbol kebanggaan nasional sekaligus tonggak perkembangan budaya belanja modern di Tanah Air. Pada masanya, Sarinah menghadirkan konsep department store yang tergolong baru dan revolusioner.
Tak hanya menjadi tempat berbelanja, Sarinah juga sejak awal diproyeksikan sebagai etalase produk dalam negeri. Beragam kerajinan, fesyen, hingga produk UMKM dipamerkan untuk memperkuat identitas ekonomi nasional. Kini, setelah melalui revitalisasi besar, Sarinah tampil lebih segar dengan konsep ruang publik yang terbuka, tetap mempertahankan nilai historisnya sekaligus menyesuaikan diri dengan selera generasi masa kini.
Glodok Plaza
Berada di kawasan perdagangan legendaris Jakarta Barat, Glodok Plaza menjadi salah satu pusat perbelanjaan senior yang lekat dengan citra elektronik dan kebutuhan rumah tangga. Berdiri sejak akhir 1970 an, Glodok Plaza tumbuh di tengah denyut nadi bisnis kawasan Glodok yang sudah lama dikenal sebagai sentra niaga komunitas Tionghoa di Ibu Kota. Lokasinya yang strategis membuat mall ini sempat menjadi rujukan utama warga Jakarta yang berburu perangkat elektronik.
Meski persaingan dengan pusat perbelanjaan modern dan e commerce semakin ketat, Glodok Plaza tetap mempertahankan segmen pasarnya. Karakter bangunannya yang khas dan tenant-tenant spesialis menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan setia.
Ratu Plaza
Baca Juga: Rayakan Semangat Kemerdekaan, Hadirkan Mall Exhibition di Kota Kasablanka
Jika Sarinah dan Glodok Plaza menjadi simbol awal geliat pusat perbelanjaan modern di jantung dan kawasan niaga Jakarta, geliat serupa juga tumbuh di wilayah selatan Ibu Kota. Di kawasan Kebayoran Baru yang berkembang pesat pada era 1980 an, lahirlah pusat perbelanjaan yang tak kalah legendaris.
Ratu Plaza menjadi salah satu mall tertua di Jakarta Selatan yang hingga kini masih beroperasi. Diresmikan pada 1989, mall ini sempat dikenal sebagai destinasi belanja favorit kalangan menengah atas pada masanya. Letaknya yang strategis di Jalan Jenderal Sudirman membuat Ratu Plaza mudah diakses dan selalu ramai pengunjung.
Gajah Mada Plaza
Bergeser ke kawasan Jakarta Pusat bagian barat, geliat pusat perbelanjaan lawas juga terasa di sekitar koridor Gajah Mada Hayam Wuruk yang sejak lama dikenal sebagai jalur bisnis strategis. Di tengah padatnya perkantoran, hotel, dan kawasan perdagangan, berdiri salah satu mall senior yang menjadi bagian dari denyut ekonomi kawasan tersebut.
Gajah Mada Plaza merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang telah hadir sejak era 1980-an. Mall ini tumbuh bersama perkembangan kawasan Gajah Mada yang kala itu menjadi magnet aktivitas bisnis dan hunian vertikal. Dengan konsep yang sederhana namun fungsional, Gajah Mada Plaza menjadi pilihan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan harian hingga hiburan keluarga.
Plaza Indonesia
Plaza Indonesia menjadi salah satu pelopor mall premium di Ibu Kota. Diresmikan pada 1990 di kawasan Bundaran HI, mall ini sejak awal dikenal menghadirkan brand-brand global kelas atas serta department store ternama. Lokasinya yang strategis di jantung Jakarta membuatnya cepat menjadi simbol gaya hidup kalangan menengah atas.
Hingga kini, Plaza Indonesia tetap mempertahankan citranya sebagai destinasi belanja mewah.
Mall Kelapa Gading
Jika Jakarta Pusat dan Selatan memiliki ikon pusat perbelanjaan lawasnya masing-masing, kawasan utara pun tak ketinggalan. Pertumbuhan hunian di Kelapa Gading sejak akhir 1980 an mendorong lahirnya pusat perbelanjaan yang kemudian berkembang pesat mengikuti ekspansi kawasan tersebut.
Mall Kelapa Gading awalnya dikenal dengan nama Plaza Kelapa Gading sebelum bertransformasi menjadi kompleks perbelanjaan besar seperti sekarang. Seiring waktu, pengembangannya dilakukan secara bertahap hingga terhubung dalam beberapa blok yang saling terkoneksi, menjadikannya salah satu mall terluas di Jakarta Utara.
Mall ini dikenal dengan pilihan tenant yang sangat beragam, mulai dari fesyen, kuliner, hingga hiburan keluarga. Selain menjadi pusat belanja, Mall Kelapa Gading juga berfungsi sebagai ruang berkumpul warga sekitar.
Pondok Indah Mall
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Makin Dekat, Ini Perkiraan Tarif Tol Jakarta–Yogyakarta
Di kawasan Jakarta Selatan, Pondok Indah Mall telah menjadi ikon pusat perbelanjaan sejak pertama kali dibuka pada 1991. Berada di lingkungan hunian elite Pondok Indah, mall ini sejak awal menyasar segmen keluarga kelas menengah atas dan langsung menjadi destinasi favorit warga selatan Jakarta. Seiring waktu, PIM terus berkembang dari satu gedung utama menjadi kompleks besar yang saling terhubung dan menghadirkan beragam tenant lokal maupun internasional.
Meski telah berdiri lebih dari tiga dekade, eksistensinya tetap kuat ditengah gempuran mall generasi baru. Bahkan, manajemen baru saja meresmikan PIM 5 sebagai bagian dari ekspansi terbaru yang menawarkan konsep dan pengalaman belanja lebih modern.
Deretan mall tertua di Jakarta ini membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap relevan. Di tengah menjamurnya pusat perbelanjaan dengan konsep futuristik dan serba digital, mall-mall senior justru menunjukkan kekuatannya melalui adaptasi, loyalitas pengunjung, serta nilai historis yang tak tergantikan. Mereka bukan sekadar tempat transaksi, melainkan ruang yang menyimpan jejak perkembangan gaya hidup warga Ibu Kota dari masa ke masa.
Editor : Bintang Pradewo