JawaPos.com - Menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menyiapkan kebijakan layanan transportasi umum gratis bagi masyarakat. Program ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap mobilitas warga saat Lebaran, momen yang identik dengan silaturahmi, kunjungan keluarga, hingga wisata bersama.
Salah satu operator yang memastikan kesiapan layanan tersebut adalah PT Transportasi Jakarta. Perusahaan pengelola Transjakarta ini menyatakan bahwa kebijakan tarif gratis masih menunggu keputusan resmi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui surat keputusan kepala dinas.
Skema pembebasan tarif direncanakan berlaku pada 1 Syawal dan berpotensi diperpanjang hingga dua hari setelahnya, bergantung pada hasil penetapan pemerintah daerah. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran warga sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik selama hari raya.
Baca Juga: Jakarta Light Festival 2026 Hadir Kembali, Bundaran HI Dipenuhi Lampu Bertema Ramadhan
Seluruh layanan Transjakarta akan masuk dalam skema gratis tersebut, mulai dari layanan Bus Rapid Transit (BRT), non-BRT, hingga rute Transjabodetabek. Secara sistem transaksi, tarif tetap tercatat sebesar Rp1 karena alasan teknis, namun secara substansi layanan diberikan tanpa biaya kepada pelanggan.
Selain Transjakarta, moda transportasi lain seperti MRT Jakarta dan LRT Jakarta juga turut menerapkan kebijakan serupa dengan tarif simbolis Rp1 selama periode Lebaran. Kebijakan ini melengkapi integrasi layanan transportasi publik di ibu kota agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan mobilitas.
Dari sisi operasional, penyesuaian jam layanan akan diberlakukan pada hari pertama Lebaran. Layanan Transjakarta diperkirakan mulai beroperasi sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB agar pramudi dan karyawan dapat melaksanakan salat Idulfitri terlebih dahulu sebelum kembali bertugas.
Penyesuaian tersebut dilakukan tanpa mengurangi kesiapan armada. Fokus penguatan layanan justru diarahkan pada rute menuju destinasi wisata yang diprediksi ramai selama libur Lebaran, seperti Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Kebun Binatang Ragunan, serta kawasan Pantai Indah Kapuk.
Baca Juga: 8 Perpustakaan di Jakarta yang Bisa Jadi Spot Ngabuburit Tenang dan Nyaman
Penyesuaian juga akan diterapkan pada rute Transjabodetabek, termasuk arah Alam Sutera dan Bogor. Evaluasi terhadap tingkat permintaan penumpang akan menjadi dasar dalam menentukan jumlah armada yang dioperasikan, sehingga distribusi bus dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Ragunan diperkirakan menjadi salah satu titik terpadat, terutama pada hari kedua dan ketiga Lebaran. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, kemungkinan pengaktifan kembali sejumlah rute langsung tengah dikaji bersama Dinas Perhubungan, termasuk rute dari Koridor 13 arah Ciledug menuju Ragunan.
Secara umum, jumlah penumpang di sebagian rute saat Lebaran cenderung menurun karena banyak warga mudik ke luar kota. Kondisi ini memungkinkan pengalihan armada ke jalur wisata yang lebih ramai. Di sisi lain, penggunaan Kartu Layanan Gratis (KLG) juga menunjukkan tren peningkatan signifikan sepanjang 2025 dan diperkirakan kembali meningkat selama periode Lebaran, seiring kebutuhan masyarakat untuk bepergian dan mempererat silaturahmi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Editor : Bintang Pradewo