Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Cuaca Jakarta Makin Nggak Ketebak, Beberapa Tips Ini Bisa Bantu Agar Aktivitas Harian Kamu Tetap Aman

Deby Alya Ramadhani • Minggu, 5 April 2026 | 14:19 WIB
Pejalan kaki menggunakan jaket untuk melindungi dari panas di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Pejalan kaki menggunakan jaket untuk melindungi dari panas di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat.

JawaPos.com – Belakangan ini, cuaca di Jakarta semakin sulit diprediksi. Pagi hingga siang hari bisa terasa panas terik, namun menjelang sore cuaca tiba-tiba berubah menjadi hujan deras yang kadang disertai angin kencang dan petir. Tak jarang, hujan deras juga memicu banjir di beberapa titik jalan.

Belum lama ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem. Mengutip dari artikel di laman resmi BMKG, beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Selain itu, warga juga dihimbau untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti banjir yang kerap melanda Jakarta.

Kondisi ini menjadi tantangan baru bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas hariannya. Guna mengantisipasi hal-hal tersebut, warga perlu memiliki strategi khusus. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghadapi cuaca tidak menentu di ibu kota.

Baca Juga: MRT Jakarta Tembus Bekasi, Mulai Dibangun 2026 Lengkapi Kehadiran LRT Jabodebek

  1. Selalu Cek Prakiraan Cuaca Harian

Mengecek prakiraan cuaca sebelum memulai aktivitas adalah langkah paling “basic” tapi sering diremehkan. Dari prakiraan cuaca tersebut, Kamu bisa mengetahui apakah ada potensi hujan atau bahkan cuaca ekstrem. Informasi itu dapat membantu Kamu lebih siap untuk beraktivitas.

Beberapa waktu belakangan, BMKG juga memberikan layanan berupa peringatan cuaca ekstrem yang dikirim melalui SMS “blast”. Beberapa postingan menyebutkan mendapat pesan tersebut beberapa jam sebelum perkiraan terjadinya cuaca ekstrem. Layanan ini bisa sangat membantu masyarakat untuk mengantisipasi kondisi cuaca, seperti dengan membawa jas hujan, payung, atau menjadwalkan pulang lebih cepat.

  1. Atur Jadwal Aktivitas di Luar dan Bawa Perlengkapan Antisipasi

Selain hujan deras, panas terik saat siang hari di Jakarta juga perlu diantisipasi. Dalam salah satu artikel di web resmi World Health Organization (WHO) tertulis bahwa umumnya orang akan sulit untuk menyelesaikan pekerjaan dalam kondisi cuaca panas, sehingga bisa menurunkan produktivitas seseorang. Oleh karena itu, usahakan untuk beraktivitas di luar ruangan pada waktu yang lebih sejuk.

Baca Juga: Pendatang Diminta Tak Datang Tanpa Rencana, DPRD Soroti Ketatnya Persaingan di Bandung

  1. Bawa Perlindungan dari Panas dan Hujan

Bagi yang harus melakukan aktivitas luar ruangan saat siang, sangat dianjurkan untuk mencari tempat lebih sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Selain itu, perlengkapan seperti sunscreen, mini-fan, dan payung lipat menjadi “amunisi” yang wajib dibawa. Kipas kecil bisa bantu menyejukkan di tengah cuaca panas dan sunscreen bantu melindungi kulit dari sunburn, dan payung bisa digunakan baik ketika panas maupun hujan

  1. Siapkan Rute Alternatif apabila Hujan Deras

Saat hujan deras, biasanya terjadi kemacetan panjang di beberapa titik jalan. Tak jarang juga kemacetan tersebut akibat jalur yang tergenang banjir. Ada baiknya menyiapkan rute alternatif untuk lebih menghemat waktu dan tenaga.

  1. Jangan Nekat Menerobos Banjir

Genangan air di jalan bisa saja terlihat aman dan dangkal dari kejauhan. Meskipun begitu, sangat tidak dianjurkan untuk tetap menerobos genangan banjir tersebut. Genangan banjir bisa jadi menutupi lubang atau saluran air, sehingga berbahaya apabila tetap melakukan perjalanan menerobos genangan tersebut.

Bagi pengendara mobil maupun motor, banjir yang lebih dalam bisa menyebabkan mati mesin hingga kerusakan permanen. Selain itu, di Jakarta sering terdapat instalasi kabel yang ditanam atau ketika beberapa titik jalan sedang dalam perbaikan, kabel tersebut bisa jadi ikut tergenang air. Karena itu, memaksa melintasi titik banjir bisa sangat berbahaya bagi keselamatan.

  1. Waspada Petir dan Angin Kencang

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebutkan bahwa tempat teraman saat badai petir adalah bangunan tertutup yang terinstal listrik dan pipa saluran air. Hindari ruang atau bangunan yang terbuka seperti gubuk, halte, maupun bawah pohon. Jadi apabila angin mulai dingin dan kilat mulai terlihat, segera masuk ke dalam bangunan permanen.

Baca Juga: Serunya Belajar Sambil Main di Galeri Indonesia Kaya, Destinasi Edutainment Kekinian di Jakarta

  1. Jaga Kondisi Tubuh dan Siapkan Perlengkapan Darurat

Cuaca yang tidak menentu membuat tubuh harus beradaptasi dengan perubahan secara cepat. Ini bisa menyebabkan tubuh cepat drop. Pastikan untuk lebih menjaga asupan pokok ditambah minum vitamin dan istirahat yang cukup. 

Siapkan perlengkapan sederhana obat, senter, hingga power bank. Barang-barang ini dapat sangat berguna jika kondisi darurat terjadi, seperti terjebak macet atau tubuh mulai drop. Selain itu, Kamu juga bisa mulai menyiapkan tas siaga bencana, antisipasi apabila banjir terjadi dengan skala besar.

 

Editor : Bintang Pradewo
#cuaca jakarta #hujan #panas #cuaca