JawaPos.com – Museum Wayang yang berlokasi di kawasan Kota Tua Jakarta kini tampil dengan wajah baru setelah proses revitalisasi. Tampilan terbaru menghadirkan konsep museum yang lebih modern dan futuristik. Perubahan ini berhasil menarik perhatian pengunjung dari kalangan yang lebih luas.
Setelah rampung direnovasi pada 2025 lalu, Museum Wayang kini menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding sebelumnya. Berbagai teknologi digital terinstal mendominasi beberapa zona pameran. Ini menjadi salah satu faktor terciptanya lebih banyak aktivitas interaktif yang bisa dilakukan pengunjung di dalam area museum.
Salah satu daya tarik baru dari museum ini adalah kehadiran ruang imersif dengan cahaya visual dan efek interaktif. Proyeksi digital memenuhi dinding dan lantai di ruangan ini, menampilkan berbagai tayangan yang ikut mengubah suasana di area tersebut. Di sini, pengunjung dapat merasakan pengalaman visual yang lebih hidup.
Selain itu, Museum Wayang juga kini menawarkan pengalaman yang lebih interaktif selama berkunjung. Beberapa teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) telah terinstal dan bisa dinikmati oleh pengunjung. Ini membuat kunjungan museum menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar “melihat-lihat koleksi”.
Dengan menerapkan kedua teknologi tersebut, Museum Wayang menghadirkan berbagai permainan interaktif berbasis digital. Melalui teknologi AR dan VR, pengunjung bisa merasakan interaksi langsung dengan konten digital. Sistem ini juga menjadi cara baru untuk memperkenalkan materi penting terkait koleksi museum serta tentang yang lainnya.
Tidak hanya pada zona-zona khusus, hampir seluruh interior museum juga ikut diperbarui dengan konsep lebih minimalis dan modern. Ruang pameran koleksi kini dilengkapi dengan pencahayaan yang lebih estetik dan akses ramah disabilitas. Beberapa lorong juga dilengkapi dengan efek cahaya dan animasi, membuat setiap langkah di dalam museum terasa lebih menyenangkan.
Baca Juga: Mau Menikah di Katedral Jakarta? Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Meskipun mengusung konsep lebih modern berbasis teknologi, Museum Wayang tetap mempertahankan identitasnya. Saat ini, Museum Wayang telah memiliki lebih dari 6.800 koleksi yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Koleksi ini termasuk berbagai jenis wayang, seperti wayang kulit dan wayang golek, serta kesenian benda lain, seperti gamelan dan patung.
Museum ini juga secara rutin menggelar pertunjukkan wayang yang dibawakan langsung oleh dalang profesional. Sempat terhenti selama Pandemi COVID-19, pada tahun 2022 pertunjukkan wayang tersebut kembali digelar setiap minggu. Agenda ini kemudian ikut menjadi daya tarik yang mumpuni bagi wisatawan.
Sebelum mencapai wujud yang seperti saat ini, Museum Wayang telah melewati perjalanan panjang sejak tahun 1640. Awalnya, bangunan museum ini merupakan gereja di masa Kolonial. Baru pada tahun 1975, tempat ini resmi dijadikan Museum Wayang oleh Gubernur DKI Jakarta yang menjabat kala itu, Ali Sadikin.
Memadukan pelestarian budaya dan konsep modern berbasis teknologi, menjadikan Museum Wayang sebagai destinasi wisata edukatif yang menarik. Lokasinya berada di kawasan Kota Tua, dekat dengan beberapa objek kunjungan ternama, membuat museum ini mudah diakses oleh masyarakat. Kehadiran wajah baru Museum Wayang diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan kebudayaan Indonesia.
Editor : Bintang Pradewo