JawaPos.com - Kalau biasanya kolong flyover identik dengan tempat gelap, kumuh, dan rawan bikin orang lewat merasa waswas, suasana berbeda justru muncul di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Area bawah jalan layang yang dulu sering dikaitkan dengan tawuran kini berubah drastis jadi ruang kreatif untuk anak muda. Bukan cuma ada ring tinju dan samsak latihan, di sini juga berdiri skatepark yang bikin suasana kolong flyover terasa jauh lebih hidup.
Belakangan, penampakan boxing camp di kolong flyover Pasar Rebo ramai berseliweran di media sosial. Banyak warga dibuat kaget karena tempat yang dulunya dikenal sebagai titik rawan sekarang malah dipenuhi aktivitas olahraga. Di bawah flyover itu kini terlihat ring tinju, area latihan, samsak gantung, sampai ruang berkumpul komunitas.
Transformasi ini ternyata bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Sebelum viral karena arena boxing, kawasan kolong flyover Pasar Rebo sebenarnya sudah lebih dulu ditata menjadi skatepark sejak 2019. Saat itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyulap area bawah flyover menjadi ruang publik yang bisa dipakai anak muda untuk beraktivitas positif.
Baca Juga: Misa Gereja Katolik, Homili Romo Benyamin Sudarto: Gereja Adalah Rumah Bersama
Pembangunan skatepark tersebut dilakukan pada masa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui program penataan ruang kota. Area yang sebelumnya hanya dipenuhi debu dan terlihat semrawut mulai diubah menjadi arena skateboard dengan desain modern. Kehadiran skatepark itu sempat menarik perhatian karena dianggap jadi salah satu ruang alternatif anak muda di Jakarta Timur.
Kini, penataan kawasan itu berlanjut. Tidak hanya skatepark, kolong flyover Pasar Rebo juga dilengkapi arena tinju yang dibangun sebagai upaya mengurangi aksi tawuran remaja. Pemerintah Kota Jakarta Timur ingin mengubah citra kawasan yang selama ini identik dengan konflik menjadi tempat pembinaan olahraga dan kreativitas.
Begitu masuk ke area bawah flyover, suasananya memang terasa berbeda. Dinding-dinding mulai dipercantik, pencahayaan dibuat lebih terang, dan area yang sebelumnya kosong kini dipenuhi aktivitas. Anak-anak muda terlihat datang untuk latihan tinju, bermain skateboard, atau sekadar nongkrong setelah olahraga.
Yang paling mencuri perhatian tentu keberadaan ring tinju lengkap dengan samsak gantung. Arena boxing ini dibuat cukup serius layaknya sasana latihan sungguhan. Tujuannya bukan cuma untuk olahraga biasa, tetapi juga menjadi wadah penyaluran energi anak muda ke arah yang lebih positif.
Daripada energi dihabiskan buat tawuran di jalan, sekarang bisa dipakai buat sparring, latihan fisik, dan membangun disiplin. Tinju dianggap punya nilai pembinaan mental karena mengajarkan fokus, kontrol emosi, dan sportivitas.
Konsep inilah yang membuat banyak warga mendukung perubahan kolong flyover Pasar Rebo. Sebab, masalah tawuran memang sudah cukup lama menjadi perhatian di sejumlah kawasan Jakarta Timur. Ketika ruang kosong dibiarkan tanpa aktivitas, area tersebut sering kali berubah menjadi titik kumpul yang rawan konflik.
Karena itu, pendekatan yang dilakukan sekarang terasa berbeda. Pemerintah tidak hanya membersihkan kawasan, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang benar-benar dekat dengan kehidupan anak muda. Ada skatepark untuk komunitas skateboard, ada arena tinju untuk latihan, dan ada ruang terbuka yang bisa dipakai berkegiatan bersama.
Perubahan ini juga menunjukkan kalau ruang kota sebenarnya bisa dimanfaatkan dengan cara yang kreatif. Area bawah flyover yang dulunya dianggap menyeramkan ternyata bisa berubah menjadi tempat olahraga bahkan ruang lahirnya komunitas baru.
Apalagi Jakarta memang punya cukup banyak kolong flyover yang selama ini kurang dimanfaatkan. Ketika ditata dengan baik, ruang-ruang seperti ini bisa menjadi tempat interaksi sosial sekaligus fasilitas publik yang berguna untuk warga sekitar.
Tidak sedikit warga yang kini datang hanya untuk melihat langsung transformasi kawasan tersebut. Banyak yang mengaku pangling karena suasana kolong flyover Pasar Rebo sekarang terlihat lebih rapi, terang, dan punya fungsi yang jelas dibanding sebelumnya.
Baca Juga: Taman Bunga Nusantara, Tempat Short Escape dengan Hamparan Bunga Cantik dan Udara Adem
Di media sosial pun banyak komentar positif bermunculan. Ada yang memuji ide menghadirkan arena tinju sebagai solusi kreatif, ada juga yang berharap konsep serupa diterapkan di kawasan lain yang rawan tawuran.
Pada akhirnya, perubahan kolong flyover Pasar Rebo bukan cuma soal membangun ring tinju atau skatepark. Lebih dari itu, tempat ini jadi simbol bahwa anak muda sebenarnya hanya butuh ruang untuk berkembang dan menyalurkan energi mereka.
Daripada tawuran yang ujungnya merugikan diri sendiri dan orang lain, kenapa tidak mencoba olahraga, ikut komunitas, atau mengasah skill yang lebih bermanfaat? Siapa tahu dari bawah flyover yang dulu dianggap negatif ini justru lahir atlet, komunitas kreatif, atau bahkan juara baru dari Jakarta Timur.
Editor : Bintang Pradewo