JawaPos.com – Belum banyak yang tahu kalau di Jakarta terdapat tempat pemakaman khusus hewan. Pondok Pengayom Satwa Ragunan, area pemakaman khusus hewan yang kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai unggahan terkait tempat ini viral di media sosial. Lokasinya berada di Jalan Harsono RM No. 10, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Sejumlah unggahan yang memperoleh engagement besar dari warganet memperlihatkan area pemakanan dengan banyak nisan berukuran kecil. Umumnya makam tersebut didominasi oleh papan nisan sederhana. Namun terdapat sejumlah makam yang menggunakan granit, bahkan dilengkapi oleh foto hewan.
Kebanyakan hewan yang dimakamkan di tempat ini merupakan hewan peliharaan. Hal ini terlihat dari nisan yang bertuliskan nama hewan yang bersemayam, seperti Benji, Naveen, Bella, dan sebagainya. Pada nisan yang sama juga tertulis pesan pribadi, seperti “Rest In Peace, kesayangan”, disertakan tanggal lahir dan meninggal hewan tersebut.
Pondok Pengayom Satwa disebut telah berdiri sejak tahun 1987. Tempat ini awalnya digunakan untuk menguburkan hewan yang mati di shelter atau tempat penampungan. Baru sekitar tahun 1990-an, pengelola mulai membuka area ini sebagai pemakaman umum, dengan ketentuan khusus yang diberlakukan.
Berdirinya tempat ini juga disebut tidak terlepas dari peran Soeprapti, istri mantan Gubernur DKI Jakarta, Soeprapto. Shelter sekaligus area makam dibuat sebagai bentuk penghormatan terhadap para hewan. Selayaknya makhluk hidup yang berharga, mereka juga berhak mendapatkan perlakukan yang baik hingga terkait tempat peristirahatan terakhirnya.
Hewan dari berbagai jenis dan spesies telah dimakamkan di tempat ini. Mulai dari hewan peliharaan pada umumnya, seperti kucing, anjing, kelinci, hamster, hingga reptil dan primata, bisa memiliki tempatnya di Pondok Pengayoman Satwa Ragunan. Setidaknya, ada lebih dari 500 makam hewan yang bisa ditemukan di taman makam ini.
Seperti pemakaman pada umumnya, terdapat proses administrasi yang harus dipenuhi sebelum hewan peliharaan dimakamkan. Proses ini diawali dengan pengisian formulir oleh pemilik, dilanjut dengan penimbangan bobot hewan serta pengukuran makam. Pengelola taman akan menjalankan proses pemakaman sekitar pukul 09.00 sampai 15.00 WIB.
Selain proses administrasi berkas, pemilik hewan juga perlu membayarkan biaya pemakaman. Biaya awal pemakaman berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp800 ribu rupiah, tergantung ukuran berat hewan. Jumlah ini masih di luar harga nisan, yang berkisar antara Rp700 ribu hingga Rp1 juta rupiah, serta biaya per tahun sebesar Rp75 ribu rupiah.
Tidak hanya layanan pemakaman, Pondok Pengayoman Satwa Ragunan juga menyediakan layanan kremasi hewan. Krematorium ini berlokasi di belakang area shelter. Proses kremasi hewan dapat berlangsung sekitar satu jam, dan abu hewan tersebut dapat dibawa pulang oleh pemilik.
Setelah postingan yang membahas tempat ini viral, beberapa warganet ikut membagikan pengalaman mereka saat memakamkan hewan kesayangannya di tempat ini. Sedangkan yang lainnya, yang baru mengetahui terkait tempat ini, mengapresiasi para pendiri serta pengelola taman makam ini. Pondok Pengayoman Satwa Ragunan disebut sebagai salah satu sarana untuk manusia menunjukkan kasihnya kepada sesama makhluk hidup.
Keberadaan makam khusus hewan di Ragunan menarik perhatian karena tempat seperti ini masih sangat jarang ditemukan di Indonesia. Tempat ini menjadi ruang bagi pemilik untuk memakamkan hewan peliharaan yang dianggap telah berperan penting dalam kehidupan mereka. Hingga kini, area makam satwa tersebut masih aktif dibahas dan disebarluaskan melalui media sosial.
Editor : Bintang Pradewo