Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Pegangsaan Dua-Manggarai Cuma 28 Menit, Jalur Baru LRT Jakarta Diresmikan Agustus 2026

Ryandi Zahdomo • Jumat, 17 Juli 2026 | 07:19 WIB
PT Jakpro terus berusaha mempercepat pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai.
PT Jakpro terus berusaha mempercepat pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai.
JawaPos.com - Pembangunan koridor Light Rail Transit (LRT) Jakarta rute Pegangsaan Dua–Manggarai kini telah mencapai progres 95 persen dan ditargetkan siap beroperasi penuh pada Agustus 2026. Moda transportasi ini akan memudahkan perjalanan dari kawasan utara menuju pusat Jakarta.

Penjajakan kesiapan proyek bernilai investasi Rp12,5 triliun ini ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat melakukan uji coba operasional dari Stasiun LRT Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (14/7).

Menurut Pramono, kehadiran koridor sepanjang 12,2 kilometer ini akan menjadi tonggak baru yang mengubah wajah transportasi publik di ibu kota.

"LRT Jakarta ini sepenuhnya dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakpro yang memiliki anak perusahaan, yaitu PT LRT Jakarta. Saat ini progresnya sudah sekitar 95 persen," ujar Pramono Anung.

Proyek strategis ini mencatat perkembangan signifikan dengan rampungnya seluruh pekerjaan pengangkatan girder hingga 100 persen. Konstruksi krusial termasuk pemasangan girder terakhir di atas jalur Double-Double Track (DDT) Manggarai telah diselesaikan dengan aman.

Saat ini, fokus utama pekerja di lapangan bergeser pada penyelesaian sisa jalur rel dari kawasan Matraman hingga Manggarai. Pemasangan rel ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir Juli 2026.

Untuk menjamin aspek keselamatan, pengujian berkala telah berjalan di rute Stasiun Velodrome hingga Stasiun Kayu Manis sepanjang 3,6 kilometer. Sementara untuk pengujian menyeluruh di sepanjang koridor Pegangsaan Dua–Manggarai, PT Jakpro kini sedang berkoordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

"Kami berharap pada Agustus nanti LRT ini dapat diresmikan oleh Bapak Presiden. Ini akan menjadi milestone yang mengubah wajah Jakarta karena memperkuat konektivitas transportasi publik," ungkap Pramono.

Pangkas Waktu Tempuh dan Terintegrasi Multi-Moda

LRT Jakarta koridor ini dirancang untuk memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Penumpang hanya membutuhkan waktu sekitar 28 menit untuk menempuh perjalanan dari Pegangsaan Dua hingga Manggarai melalui 11 stasiun yang tersedia.

Dari total stasiun tersebut, terdapat lima stasiun baru yang siap melayani pengguna, yaitu:

- Stasiun Rawamangun

- Stasiun Pramuka

- Stasiun Kayu Manis

- Stasiun Matraman

- Stasiun Manggarai

Guna memudahkan mobilitas warga, seluruh stasiun dirancang terintegrasi langsung dengan jaringan Transjakarta. Stasiun Manggarai akan menjadi hub besar di mana penumpang LRT dapat langsung berpindah moda ke KRL Commuter Line maupun Kereta Api Bandara.

Target Penumpang dan Strategi Tarif Terjangkau

Dengan total investasi prasarana dan fasilitas penunjang yang mencapai belasan triliun rupiah, koridor baru ini diproyeksikan mampu mengangkut 60.000 hingga 80.000 penumpang setiap harinya secara bertahap. Setiap rangkaian kereta disiapkan untuk membawa kapasitas maksimal hingga 275 penumpang.

Pramono menegaskan bahwa kenyamanan akses ini akan diimbangi dengan kebijakan tarif yang tidak memberatkan kantong masyarakat.

"Tiketnya tentu harus tetap terjangkau oleh masyarakat. Tarif akan dikelola secara profesional dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan keberlanjutan layanan," tegasnya.

Demi menjaga keberlanjutan operasional tanpa membebani APBD secara berlebih, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang pembiayaan kreatif. Skema ini mencakup penjualan hak penamaan (naming rights) stasiun serta pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) yang digarap bersama oleh PT Jakpro dan PT LRT Jakarta.

Rencana Ekstensi Menuju Dukuh Atas pada 2027

Konektivitas LRT Jakarta tidak berhenti sampai di Manggarai saja. Pemprov DKI Jakarta telah menyusun rencana pengembangan jalur lanjutan dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang kurang lebih dua kilometer.

Proyek lanjutan ini diestimasikan menelan anggaran sekitar Rp2,7 triliun yang bersumber dari APBD DKI Jakarta. Konstruksinya ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027 dan rampung pada 2028.

"Kalau nanti tersambung sampai Dukuh Atas, seluruh jaringan akan benar-benar terintegrasi. Ini akan menjadi wajah baru transportasi Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas dengan MRT, KRL, Transjakarta, hingga Kereta Cepat Whoosh pada tahap pengembangan berikutnya," pungkas Pramono.

Sebagai nilai tambah, seluruh proses pembangunan LRT Jakarta ini dikerjakan oleh tenaga kerja dalam negeri, sekaligus menjadi percontohan integrasi transportasi publik modern yang mandiri.

Editor : Bintang Pradewo
pegangsaan dua-manggarai jalur lrt jakarta lrt jakarta