Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Atasi Jukir Liar, Pramono Ingin Membuka Lapangan Kerja Lebih Luas

Masria Pane • Minggu, 22 Februari 2026 | 16:19 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau progres Taman Bendera Pusaka Jaksel, Jumat (13/2). (Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau progres Taman Bendera Pusaka Jaksel, Jumat (13/2). (Istimewa)

JawaPos.com - Praktik juru parkir (jukir) di Pasar Tanah Abang yang kerap muncul membuat resah masyarakat. Terlebih, harga di pusat grosir terbesar di Ibu Kota itu mematok harga yang tidak masuk akal. Mulai dari Rp 100 ribu untuk mobil dan Rp 60 ribu bagi sepeda motor. Fenomena itu mencuat di awal Ramadan saat kawasan belanja tersebut diserbu masyarakat.

Atas kondisi itu, Gubernur DKI Pramono Anung menuturkan, penanganan parkir liar membutuhkan sikap tegas pemerintah bersama aparat penegak hukum. "Memang yang pertama, sikap tegas dari pemerintah Jakarta dan juga aparat penegak hukum itu diperlukan. Maka kami lakukan operasi dan sebagainya," ujar Pramono.

Menurut dia, penindakan saja tidak cukup. Pemprov DKI juga memikirkan solusi jangka panjang dengan memperluas lapangan kerja. Harapannya, masyarakat yang selama ini terlibat praktik parkir liar dapat beralih ke pekerjaan yang lebih formal dan produktif.

Pramono optimistis, peluang kerja bisa diperluas seiring pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tetap positif. Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,21 persen, lebih tinggi dari nasional yang berada di angka 5,11 persen. Bahkan pada triwulan IV tahun lalu, pertumbuhan Jakarta menyentuh 5,71 persen.

"Saya sebagai gubernur tentunya juga memikirkan untuk bisa membuka lapangan kerja yang lebih luas," katanya.

Salah satu strategi yang ditempuh Pemprov DKI adalah menggandeng sektor swasta dalam pembangunan fasilitas publik tanpa membebani APBD DKI. Konsep itu diterapkan, antara lain, dalam penataan Taman Semanggi dan Bendera Pusaka.

"Yang kami lakukan adalah bermitra dengan private sector. Siapa yang mau bersedia, apa yang menjadi keuntungan mereka, kita tawarkan dengan naming rights. Misalnya Taman Semanggi tetap namanya, nanti ada tambahan 'by' siapa," jelasnya.

Pemprov DKI berharap, kombinasi penegakan hukum dan pembukaan lapangan kerja dapat menekan praktik jukir liar yang kerap berulang, terutama di kawasan padat seperti Tanah Abang. Apalagi, stabilitas dan kenyamanan pusat perdagangan menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Editor : Bintang Pradewo
#pramono anung #jukir liar