Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Sehari Hasilkan 1.800 Ton Sampah, Pemkot Bekasi Dorong Pembangunan PSEL

Febry Ferdian • Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:20 WIB
Sekda Kota Bekasi Junaedi (tengah).
Sekda Kota Bekasi Junaedi (tengah).

JawaPos.com - Pemerintah Kota Bekasi terus mencari solusi untuk mengatasi persoalan darurat sampah yang semakin mendesak. Dengan jumlah penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa, kota ini menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari.

Meski begitu, selama ini, sistem pengelolaan sampah masih bertumpu pada pola collect transport dispose ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, yang kini mengalami kelebihan kapasitas dan menimbulkan dampak lingkungan serius.

Sebagai langkah untuk mencari solusi, Pemkot Bekasi mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berkapasitas 1.000 ton per hari. Proyek ini menggunakan teknologi moving grate incinerator yang ramah lingkungan, dilengkapi Sistem Pengolahan Gas Buang sesuai standar Industrial Emission Directive (IED) 2010/75/UE, serta Leachate Treatment dan WWTP yang memenuhi standar Permen LHK P.59/2016 dan Permen LHK P.68/2016. Pembangunan dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha.

Konsultasi publik proyek ini digelar Selasa (26/8) di Plaza Kota Bekasi dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi. Forum ini melibatkan jajaran aparatur Pemkot, pemangku kepentingan, serta perwakilan masyarakat.

"Peran Pemkot Bekasi meliputi penyediaan regulasi pendukung investasi, perizinan teknis, penyiapan lahan sesuai RTRW, pembangunan akses jalan, serta pemberian tipping fee, " jelas dia.

Kebijakan ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan PSEL dan Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 7 Tahun 2023 tentang pelaksanaan KPBU dalam penyediaan infrastruktur.

“Jika tidak ditangani dengan serius, Kota Bekasi diprediksi tidak mampu lagi menampung volume sampah dalam beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan khusus dan langkah preventif,” ujar Junaedi.

Dia menerangkan, tujuan utama kegiatan ini untuk memberikan informasi lengkap terkait spesifikasi, risiko, dan dukungan pemerintah terhadap proyek PSEL.

"Selain itu, menyempurnakan kajian pra-studi kelayakan agar proyek siap ditawarkan kepada investor, menjamin transparansi dalam proses pengadaan proyek KPBU dan menghimpun masukan masyarakat dan pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat, " papar dia.

Dia menegaskan, program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah kota dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, Pemerintah Kota Bekasi terus berinovasi dengan melakukan riset dan merealisasikan program yang memberi dampak positif bagi masyarakat,” ucap dia.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#sampah #Pemerintah Kota Bekasi