Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

DBD di Kota Tangsel Tembus 516 Kasus, Penyebaran Tertinggi Terjadi di Pondok Aren dan Ciputat, Ini Reaksi Kadinkes Allin!

Muhtamimah • Selasa, 16 September 2025 | 09:18 WIB
Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar.
Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar.
 
JawaPos.com - Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih tinggi. Hingga pertengahan September 2025, jumlah kasus DBD tercatat telah mencapai 516 kasus. 
 
Meski tak ada korban meninggal dunia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel mengimbau warga untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan. Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar, menyampaikan bahwa data tersebut dihimpun dari periode 1 Januari hingga 14 September 2025. Kasus DBD tersebar merata di tujuh kecamatan.
 
"Dari 516 kasus yang tercatat, Alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia,'' kata Allin kepada Jawa Pos Senin (15/9). Data bulanan menunjukkan fluktuasi jumlah kasus. Tertinggi terjadi pada Januari dengan 99 kasus, disusul Agustus sebanyak 70 kasus. 
 
Rinciannya Februari ada 67 kasus, Maret ada 43 kasus, April ada 57 kasus dan Mei ada 50 kasus. Lalu pada Juni ada 53 kasus, Juli ada 54 kasus dan September (hingga 14) ada 23 kasus.
 
 
Penyebaran kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Pondok Aren dengan 117 kasus. Diikuti Ciputat (91 kasus), Ciputat Timur (75 kasus), Pamulang (74 kasus), Serpong (72 kasus), Serpong Utara (44 kasus), dan Setu (43 kasus).
 
Allin menyebut mobilitas warga yang tinggi serta masih kurangnya kesadaran akan kebersihan lingkungan menjadi faktor utama tingginya angka kasus DBD di Tangsel.
 
"Mobilitas penduduk yang tinggi serta kebersihan lingkungan yang belum optimal jadi penyebab utama," jelasnya.
 
Untuk menekan angka DBD, Pemkot Tangsel telah menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M Plus serta program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Selain itu, penyemprotan fogging juga dilakukan di wilayah yang teridentifikasi mengalami penularan berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE).
 
"Kami juga mendorong kader Jumantik untuk melakukan silent survey, grebek jentik, serta mengedukasi masyarakat agar menjadi pemantau jentik di rumah masing-masing," imbuh Allin.
 
Dinas Kesehatan berharap masyarakat juga aktif dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti di lingkungan sekitar. Yaitu, dengan 3M Plus. "Itu sederhana, tapi sangat efektif jika dilakukan bersama. Mari jaga lingkungan kita agar tetap bersih dan bebas jentik," pungkas Allin. 
 
Editor : Arief Indra Dwisetyadi
dbd kota tangsel Allin Hendalin Mahdaniar Dinas Kesehatan (Dinkes)