JawaPos.com – Gubernur DKI Pramono Anung kembali mengingatkan potensi banjir rob di Jakarta. Banjir rob tersebut diperkirakan terjadi di pesisir utara Jakarta sekitar 28–31 Maret 2025.
’’Jadi, 31 (Maret), mungkin pas Lebaran. Sehingga, kami antisipasi dari hari ini untuk pelaksanaannya. Jadi, masyarakat di Muara Karang, Muara Angke, Martadinata, dan sebagainya tetap bisa pulang kampung,’’ ujar Pram.
Menurut Pram, saat rapat koordinasi rob pada Senin (24/3) lalu, sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penjagaan dengan baik. Adapun penjagaan yang dimaksudnya, yakni pemasangan sekat di lokasi tanggul yang bocor, hingga peninggian tanggul.
’’Penyekatan sudah mulai dipasang sejak Selasa (25/3). Lalu, pompa-pompa juga sudah kami persiapkan nanti setelah Lebaran. Kami akan tinggikan di beberapa tempat sesuai dengan kesepakatan dengan warga. Di Muara Angke itu akan kami naikkan tanggulnya 2,5 meter. Kemarin sudah kami putuskan akan kami bangun setelah hari raya Idul Fitri ini,’’ imbuhnya.
Lebih lanjut, tidak hanya jangka pendek, jangka menengah dan panjang juga disiapkan untuk mengatasi banjir rob yang masih berulang hingga saat ini. Untuk jangka menengah, dia menyebutkan saat ini sudah berjalan dengan pembangunan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
’’Itu yang sekarang sudah dimulai. Nah pemerintah DKI juga mempunyai tugas kurang lebih 11,2 kilometer. Nanti sekaligus penataan itu kami lakukan bersama-sama (dengan pemerintah pusat, Red). Jadi jangan bekerja secara parsial,’’ katanya. Sementara untuk jangka pendek, di beberapa wilayah yang tanggulnya berlubang atau bocor itu juga akan diperbaiki.
’’Kemarin, saya dan pak wagub (Rano Karno, Red) sudah memerintahkan itu segera ditambal,’’ imbuhnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi