JawaPos.com – Banyak warga Jakarta mengeluh dengan keberadaan juru parkir (jukir) liar. Bahkan, sedang viral di dunia maya, yakni jukir liar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (BHI) karena meminta tarif Rp 10 ribu kepada pemotor yang baru sebentar memarkirkan motornya.
Terkait hal itu, Gubernur DKI Pramono Anung menyebutkan, sudah memerintahkan jajarannya untuk segera menertibkan dan bertindak tegas. Bahkan, dari laporan satpol PP yang diterimanya saat rapat, oknum jukir liar itu sudah diamankan. ’’Jadi, juru parkir liar yang di Bundaran HI sudah ditangkap. Dalam rapat, kepala Satpol PP secara lengkap melaporkan itu,’’ kata Pramono.
Pasca laporan, masih dalam rapat bersama jajarannya, Pramono menyebutkan, sudah menginstruksikan agar para wali kota di lima wilayah, termasuk bupati Kepulauan Seribu untuk fokus dalam penertiban jukir di wilayahnya masing-masing.
’’Saya sudah menginstruksikan, untuk yang berkaitan dengan ketertiban publik termasuk juru parkir dan sebagainya untuk ditertibkan,’’ imbuhnya.
Selain penertiban itu, Pramono juga berupaya mengatasi jukir itu dengan mengajak warga Jakarta beralih ke transportasi masal. Karena itu, dia berusaha membangun jaringan transportasi di Jakarta, bahkan Bodetabek. Dengan transportasi yang terkoneksi itu, dia yakin, tidak ada lagi jukir karena masyarakat tidak perlu parkir karena sudah menggunakan transportasi umum.
’’Dan mudah-mudahan ini secara signifikan akan mengurangi kemacetan transportasi di Jakarta. Tapi, yang jelas bahwa setelah ini, saya akan lebih untuk mengerjakan seperti yang tadi, penertiban juru parkir, kemudian pedagang UMKM yang tidak tertib,’’ ujarnya. Langkah itu dilakukannya untuk mewujudkan Jakarta yang lebih aman dan rapi.
’’Makanya, kenapa pada waktu di Pasar Santa dengan asosiasi pedagang pasar dan sebagainya, saya sudah mulai memberikan warning bahwa Jakarta harus tetap rapi, tertib,’’ ujarnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi