Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Bangun RS Milik Daerah Pertama Bertaraf Internasional, Langkah Awal Pemprov DKI untuk Rebranding RSUD

Masria Pane • Senin, 25 Agustus 2025 | 20:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tiga dari kanan) bersama Menko PMK Pratikno (empat dari kanan) meresmikan pembangunan RS Royal Batavia Cakung, Senin (25/8).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tiga dari kanan) bersama Menko PMK Pratikno (empat dari kanan) meresmikan pembangunan RS Royal Batavia Cakung, Senin (25/8).

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno meresmikan pembangunan Rumah Sakit (RS) Royal Batavia Cakung, di Cakung, Jakarta Timur, kemarin (25/8). Langkah itu merupakan tahap awal Pemprov DKI untuk me-rebranding Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta, yang sudah berstandar internasional.

Pembangunan RS itu merupakan salah satu janji Pramono saat mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta. ''Terus terang, ketika sosialisasi calon gubernur, tidak ada satupun janji fisik membangun sesuatu, kecuali Cakung ini. Makanya kemudian saya selalu mengejar Bu Ani (Kepala Dinas Kesehatan Ani Ruspitawati). Bu kapan dimulai?,'' ujar Pramono.

Dengan dimulainya pembangunan dengan rebranding tersebut, Pramono menargetkan pertengahan 2027, RS milik Pemprov kelas B bertaraf internasional pertama itu bisa cepat rampung. Sebab, di sana warga sangat membutuhkan kehadiran RS tersebut.

''Makanya Bu (Ani), jangan selesai akhir 2027, selesainya pertengahan 2027. RS ini akan bertaraf internasional dan baru pertama kali rumah sakit daerah yang dibangun di Jakarta namanya tidak menggunakan istilah RSUD. Ini juga merupakan RS ke-32 yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta. Biaya pembangunan ini akan memakan biaya APBD secara year on year,'' tambah Pramono.

Lebih lanjut, Pramono juga menekankan, RS itu selain mengedepankan kualitas internasional, bangunannya akan mempertahankan identitas budaya Betawi sebagai ikon kota. ''Ini harus dipersiapkan dengan baik me sehingga menjadi acuan bagi rumah sakit-rumah sakit yang dimiliki oleh pemerintah daerah seluruh Indonesia, bukan hanya Jakarta,'' katanya.

Sebagai informasi, RS itu nantinya akan berdiri di atas lahan yang memiliki luas kurang lebih 1,9 hektare, dengan 282 kamar rawat inap. Nanti akan dibangun 13 lantai dan memiliki desain bangunan ala Betawi.

RS Royal Batavia Cakung itu juga dibangun dengan konsep Layanan Unggulan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) dan Trauma Center serta sebagai Center of Excellence secara komprehensif. RS ini nantinya punya laboratorium khusus, dengan kemampuan biomolekuler dan radiodiagnostik lengkap (MRI, CT-scan), yang mengutamakan mutu, keselamatan pasien, dan hospitality.

Selain layanan unggulan, RS Royal Batavia Cakung juga akan memberikan layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan Kesehatan Ibu Anak (KJSU-KIA) maupun non KJSU-KIA, seperti Respirasi-TB, Diabetes, Gastrohepatologi dan Kesehatan Jiwa yang berstrata Madya.

Sementara itu, Menko PMK RI Pratikno menuturkan, pembangunan RS itu sesuai dengan semangat pemerintah pusat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Dengan kehadiran RS ini, lanjutnya, akan sangat membantu untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

''Tadi saya juga sudah menyampaikan juga, bahwa kapasitas pemerintah untuk iuran BPJS kan juga terbatas Melalui PBI yang dilewatkan dari Kemensos, Kementerian Sosial. Nah, kami harapkan, Pemprov DKI juga menambah nanti penerima bantuan iuran BPJS supaya masyarakat bisa mengakses pelayanan melalui BPJS,'' katanya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung