GAMBIR – Gubernur DKI Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk percepatan antisipasi kemacetan lalu lintas di sekitar proyek-proyek galian yang berlangsung di Jakarta. Tidak terkecuali galian PAM Jaya untuk pekerjaan proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Buaran Hilir. Hal itu bertujuan, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas sekitar galian tersebut.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menuturkan, pekerjaan proyek SPAM Buaran Hilir itu dilakukan untuk menghadirkan layanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta. Sesuai arahan Pramono, Arief menyebutkan ada beberapa pit galian yang dirapikan dan ditutup kembali.
’’Beberapa titik pit galian itu ada di ruas Jalan Jatiwaringin-Hek Kramat Jati. Itu kami rapikan dan tutup satu per satu,’’ terang Arief.
Perincian titiknya yakni, depan Dimsum Bole Kaka Jatiwaringin, depan Masjid Nurul Ikhsan (putaran Mall Pondok Gede), depan Kantor Satuan Konstruksi TNI AU, depan Monumen Lubang Buaya, depan Kantor Pegadaian (belokan menanjak), depan akses masuk Halim Dirgantara, dan lampu merah Hek Kramat Jati.
Meski sudah ditutup dan dipadatkan, mereka tetap memantau kondisi tanah pasca ditutup, apakah benar-benar aman seperti semula atau tidak. Hal itu bertujuan, agar pasca penutupan dan pemadatan itu, kondisi lalu lintas sekitar galian itu bisa berangsur kondusif dan tidak lagi menimbulkan kemacetan.
’’Kami memahami bahwa pekerjaan galian menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan. Karena itu, kami berupaya menyelesaikan pekerjaan ini dengan cepat,’’ imbuhnya. Terlebih, lanjut dia, ketersediaan air bersih perpipaan sudah sangat ditunggu masyarakat Jakarta.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi