Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Gubernur Maluku Utara Minta Badan Bank Tanah Hidupkan Lahan Tidur untuk Petani

Ilham Dwi Ridlo Wancoko • Kamis, 9 Oktober 2025 | 12:19 WIB

 

Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos berdiskusi dengan Badan Bank Tanah di Jakarta, Rabu (8/10).
Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos berdiskusi dengan Badan Bank Tanah di Jakarta, Rabu (8/10).

JawaPos.com — Tanah tidur mulai dilirik untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos mendorong sinergitas antara Provinsi Malut dengan Badan Bank Tanah. Tujuannya, mengoptimalkan tanah-tanah tidur di Malut.

Hal itu disampaikan Gubernur Sherly saat melakukan pertemuan dengan Badan Pelaksana Badan Bank Tanah di kantor Badan Bank Tanah, Jakarta, Rabu (8/10).

Gubernur Sherly dalam pertemuan tersebut menyampaikan, Provinsi Malut memiliki kurang lebih 200 ribu area penggunaan lain (APL) yang bisa diberikan status HGU untuk mendorong hilirisasi kelapa yangtengah dikembangkan di wilayahnya.

Baca Juga: Menteri Ekraf Tinjau Sekolah Garuda di Kalsel, Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo di Bidang Pendidikan

Dia menjelaskan, jika semua lahan tidur bisa dimanfaatkan untuk tanaman kelapa, hal itu akan mendukung industri hilirisasi yang sedang bertumbuh di Malut. Imbas positif lainnya, pendapatan para petani bisa meningkat. ''Tentu pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan uang yang berputar di Maluku Utara,” ujarnya.

Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos berdiskusi dengan Badan Bank Tanah di Jakarta, Rabu (8/10).
Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos berdiskusi dengan Badan Bank Tanah di Jakarta, Rabu (8/10).

Gubernur Sherly menambahkan, sinergitas dengan Badan Bank Tanah diharapkan tidak hanya sekadar pada hilirisasi kelapa, tetapi juga untuk pengembangan ibu kota Maluku Utara, Sofifi. “Kita memerlukan land bankingyang cukup banyak, mungkin sekitar 200-an hektareuntuk pengembangan semua infrastruktur dasar supaya Sofifi bisa jadi ibu kota selayaknya,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemanfaatan dan Kerja Sama Usaha, Hakiki Sudrajat mengatakan, lahan Badan Bank Tanah bisa dimanfaatkan oleh pemda untuk kepentingan umum dan kepentingan pembangunan nasional.

“Kami siap berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Maluku Utara dan stakeholder lainnya dalam membangun fondasi ekonomi berkelanjutan,” ucap Hakiki.

Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah, Perdananto Aribowo menyampaikan, kolaborasi Badan Bank Tanah dengan Pemprov Maluku Utara akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU).

“Diharapkan melalui sinergitas ini, cita-cita baik Pemprov Maluku Utara dan Badan Bank Tanah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara dapat terwujud melalui pengelolaan dan pemanfaatan tanah yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Perdananto.

Ia menambahkan, kolaborasi tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga memastikan pemanfaatan tanah dilakukan secara adil, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap lahan yang dikelola memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Maluku Utara,” imbuhnya. (idr/oni)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#gubernur maluku utara #Sherly Tjoanda Laos