Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Targetkan Jakarta Peringkat 50 Besar Kota Global, Pramono Dukung Jakpro Jadi Pengembang Kota Berkelanjutan

Masria Pane • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 19:27 WIB
Pekerja membangun proyek LRT Jakarta Fase 1B di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Pembangunan tersebut untuk mempercantik Jakarta sebagai kota global.
Pekerja membangun proyek LRT Jakarta Fase 1B di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Pembangunan tersebut untuk mempercantik Jakarta sebagai kota global.

JawaPos.com – Pemprov DKI ingin peringkat Jakarta sebagai kota global meningkat dari 74 menjadi 50 besar pada 2029. Beberapa upaya dilakukan untuk mencapai target itu. Salah satunya, menyiapkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk bertransformasi menjadi city master developer. BUMD DKI itu didorong menjadi motor utama pembangunan kota Jakarta yang modern, berkelanjutan, dan inklusif.

Transformasi ini merupakan arahan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Hal itu disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (10/10).

’’Gubernur meminta agar PT Jakpro bertransformasi menjadi holding company, yang memimpin sektor properti dan menjadi city master developer. Jakpro harus menjadi penggerak utama pembangunan Jakarta yang berkelanjutan dan inklusif,’’ ujar Yustinus.

Menurut dia, perubahan peran itu memerlukan agar BUMD seperti Jakpro memiliki daya saing dan kapasitas pengelolaan proyek yang lebih kuat. Model holding company dinilai akan membuat Jakpro lebih efisien serta fokus pada proyek-proyek strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Jakpro tidak lagi hanya sebagai pelaksana proyek, tetapi harus menjadi perancang masa depan kota," tegasnya. Langkah ini juga sejalan dengan transformasi Jakarta, pasca pemindahan ibu kota Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Yustinus menyebut, Jakpro ke depan akan memainkan peran penting dalam membentuk wajah kota global dengan karakter berkelanjutan.

Di lokasi yang sama, Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin menuturkan, dalam menjalankan proyek strategis tidak terkecuali penugasan Pemprov DKI, mereka selalu menyusun sustainability report. Hal itu untuk memastikan bahwa proyek yang dikerjakan bisa sustain atau berkelanjutan.

’’Dalam menyelesaikan penugasan dari Pemprov DKI, Jakpro tidak hanya memastikan proyek yang dikerjakan bisa berjalan dengan baik, tapi dampaknya sustain," terangnya. Oleh karena itu, mendukung Jakarta meningkat peringkat dunia, mereka lebih aktif memanfaatkan asetnya. Baik itu Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta International Velodrome, maupun aset lainnya.

"Kami ingin aktifkan banyak event, sehingga event itu bisa menjadi destinasi baru di Jakarta ke depannya," katanya.

Lebih lanjut, sustainability report juga disebutkannya sangat penting karena sebagai alat ukur keberhasilan program jangka panjang. Oleh karena itu, laporan itu mereka siapkan di berbagai proyek besar Jakpro. Di antaranya, LRT Jakarta, Jakarta International Stadium (JIS), hingga revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

’’Semua proyek besar kami memiliki sustainability report. Masyarakat bisa melihat langsung bagaimana dampaknya terhadap kawasan dan masyarakat sekitar,” tambahnya. Langkah ini, kata Iwan, menjadi bukti transparansi dan tanggung jawab Jakpro sebagai BUMD strategis Pemprov DKI.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#pt jakpro #Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung #pemprov dki