Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Harga Emas Merangkak Naik, Pengamat: Bukan karena ANTAM Menimbun Barang

Arief Indra Dwisetyadi • Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:24 WIB

Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta.
Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta.

JawaPos.com - Pengamat Investasi Ariston Tjendra menegaskan kenaikan harga emas tidak ada kaitannya dengan Antam.Melainkan dampak pergerakan emas internasional. Selain itu, kenaikan pembelian emas oleh Bank Sentral Global menjadi motor. Situasi ini diperkuat berita2 soal perang tarif AS dan China.Pemangkasan suku bunga bank sentral AS juga menambah katalis kenaikan harga emas.

"Yang jelas harga emas naik bukan karena ANTAM menimbun barang," tegasnya.

Terpisah, pengamat ekonomi Algooth Putranto menilai tudingan bahwa PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menimbun emas tidak memiliki dasar yang kuat. Hal ini karena harga emas ANTAM selalu mengikuti pergerakan harga emas global (spot gold) yang transparan dan dapat diakses oleh publik.

Senada dengan Ariston penyesuaian harga emas ANTAM dilakukan secara rutin mengikuti perubahan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

“Harga emas ANTAM tidak bisa ditentukan sepihak karena acuannya adalah harga emas internasional. Jika harga dunia naik, harga ANTAM naik; jika turun, harga ANTAM pun turun. Jadi tuduhan bahwa ANTAM menimbun emas untuk mengerek harga tidak logis secara ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa harga emas global saat ini berada pada tren tinggi akibat ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan beberapa mata uang utama. Dalam kondisi tersebut, banyak investor individu beralih ke emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), sehingga permintaan meningkat tajam.

“Permintaan melonjak, tapi pasokan logam mulia di dalam negeri relatif terbatas. ANTAM justru berperan menjaga keseimbangan pasokan agar distribusi merata, bukan menimbun,” tambahnya.

Lebih lanjut, Algooth menyebutkan bahwa ANTAM merupakan satu-satunya produsen emas batangan di Indonesia yang tersertifikasi Good Delivery List dari London Bullion Market Association (LBMA), sehingga seluruh proses produksi dan penetapan harga mengikuti standar internasional yang ketat dan diaudit secara berkala.

“Sebagai perusahaan publik dan bagian dari MIND ID, ANTAM memiliki mekanisme tata kelola yang transparan. Segala bentuk manipulasi harga atau penimbunan jelas bertentangan dengan prinsip Good Corporate Governance yang diterapkan,” tegasnya.

Algoith juga menilai bahwa wajar jika masyarakat merasakan keterbatasan pasokan di masa permintaan tinggi, karena ANTAM harus mengatur kuota distribusi agar tetap adil di seluruh butik Logam Mulia di Indonesia.

“Langkah ini justru menunjukkan tanggung jawab ANTAM untuk memastikan pemerataan, bukan praktik penimbunan,” tutupnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#antam