Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Kembangkan Sanitasi Ramah Lingkungan, Wujudkan BABS Terbuka 0 Persen di Seluruh Wilayah

Masria Pane • Minggu, 16 November 2025 | 18:46 WIB
Gubernur DKI Pramono Anung memasak di sela-sela kegiatan Instalasi Biodigester Komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Gubernur DKI Pramono Anung memasak di sela-sela kegiatan Instalasi Biodigester Komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

JawaPos.com – Gubernur DKI Pramono Anung ingin memperkuat sistem sanitasi berkelanjutan yang ramah lingkungan di Jakarta. Salah satunya, mendorong pemanfaatan teknologi biodigester dan inovasi pengolahan limbah modern.

Menurut Pramono, inovasi itu tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat. Sebab, dengan memanfaatkan biogas, masyarakat dapat menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp 1,2 juta per tahun karena tidak perlu membeli elpiji.

’’Ekosistem itu akan terus kami kembangkan. Termasuk di kantor-kantor pemerintah maupun swasta. Selain ramah lingkungan, tetapi juga membantu masyarakat secara ekonomi," terangnya.

Salah satu sanitasi ramah lingkungan yang baru-baru ini diresmikan Pramono adalah Instalasi Biodigester Komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pekan lalu. Pembangunan instalasi itu dilakukan oleh Bank Jakarta bersama PMI Jakarta. Yakni, mengolah limbah domestik secara anaerob hingga menghasilkan biogas. Energi alternatif tersebut dapat digunakan warga untuk memasak dan penerangan.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menuturkan, kolaborasi membangun instalasi itu dengan PMI merupakan komitmen mereka dalam mendukung lingkungan bersih dan layak huni. Belum lagi, pembangunan itu merupakan bagian dari percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) atau Open Defecation Free (ODF) dalam pilar pertama Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Jakarta.

’’Kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat fasilitas sanitasi yang memadai, sekaligus memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan dari limbah domestik," katanya.

Program Biodigester Komunal ini juga selaras dengan dukungan Bank Jakarta terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Selain pembangunan instalasi biodigester, Bank Jakarta juga menjalankan berbagai program lainnya di bidang pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, serta sosial dan kemanusiaan dalam mewujudkan Jakarta yang sehat, hijau, dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Pemprov DKI terus meningkatkan kesehatan masyarakat dengan pengelolaan sanitasi yang ramah lingkungan. Dengan begitu, kadar bakteri E. coli di lingkungan permukiman dapat ditekan secara signifikan. Sebab, dari data Pemprov DKI, hingga saat ini, wilayah yang BABS terbuka 0 Persen baru terwujud di Jakarta Timur. Yakni, wilayah pertama di Jakarta yang tuntas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS) terbuka, dengan nol kasus pada September 2025. Dengan sanitasi ramah lingkungan yang terus dikembangkan, seluruh wilayah Jakarta bisa 0 persen BABS terbukanya. Kondisi itu tentunya bisa meningkatkan posisi Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Gubernur DKI Pramono Anung