JawaPos.com - Jakarta Barat terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan melalui program normalisasi saluran air yang intensif. Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat menargetkan normalisasi 13 saluran setiap bulannya sepanjang tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengurangi potensi banjir di wilayah tersebut.
"Normalisasi saluran tetap kita lakukan sebagai pemeliharaan drainase," ujar Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas SDA Jakarta Barat Yopi Siregar, kemarin (20/11).
Menurut Yopi, normalisasi yang dilakukan oleh pihaknya belum termasuk kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh Satuan Pelaksana (Satpel) SDA di tingkat kecamatan. Dengan demikian, jumlah saluran yang berhasil dinormalisasi setiap bulannya bisa lebih banyak dari angka tersebut. Efektivitas normalisasi saluran dalam mengurangi genangan air saat hujan telah terbukti.
"Misalnya, saluran Jalan Nurul Muslimin, Kembangan Utara. Waktu hujan kemarin, Selasa (18/11), yang biasanya genang, tidak genang. Itu karena itu sudah kita normalisasi, " tuturnya.
Meskipun demikian, Yopi mengakui bahwa proses normalisasi sebuah saluran bisa memakan waktu lebih dari satu bulan. Namun, ia menekankan bahwa normalisasi saluran adalah proses yang berkelanjutan.
"Kalau dalam 10 bulan ini ada 13 saluran setiap bulan dan ditambah normalisasi dari Satpel SDA kecamatan, jumlah bisa hampir 200 (saluran yang dinormalisasi) sampai akhir tahun," jelasnya.
Selain normalisasi saluran, Suku Dinas SDA Jakarta Barat juga secara rutin melakukan penambalan lubang atau celah pada turap (sheetpile) Kali Angke. Tujuannya adalah untuk memastikan aliran air kali tetap lancar dan tidak merembes ke wilayah darat.
"Jadi genangan kali lancar dan tidak merembes ke wilayah darat. Tapi kan kemarin memang hujannya deras. Lima wilayah Jakarta kena banjir semua," pungkas Yopi.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan Jakarta Barat dapat lebih siap menghadapi musim hujan dan mengurangi dampak negatif banjir bagi warganya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi