JawaPos.com – Putri SMA Jubilee Jakarta akhirnya bisa merasakan juara DBL Jakarta 2025. Setelah tiga musim sebelumnya selalu datang ke partai puncak dan selalu pulang dengan kekalahan. Tasya dan kawan-kawan berhasil mematahkan hegemoni SMAN 70 Jakarta (Bulungan), sang juara bertahan yang sedang mengejar gelar kelima beruntun.
Kemenangan itu diraih lewat jalan yang tidak mudah. Pertarungan super dramatis harus melalui babak overtime, dan akhirnya Jubilee menang 36-32 di Indonesia Arena, Jumat (21/11).
Usai mengangkat trofi, Tasya membagikan apa yang ia rasakan selama 40 menit lebih perjuangan yang seolah tak berakhir itu. ’’Aku nggak terlalu mikirin poin atau enggaknya, yang penting enjoy, nggak usah mikirin sekitar. Fokus, karena tujuannya menang, menang, dan menang aja,’’ ucapnya tegas.
Tak bisa dimungkiri, rasa takut kalah sempat muncul. Tapi ia dan rekan-rekannya sepakat tidak boleh menyerah sebelum buzzer berbunyi. ’’Kita sempat down, tapi tetap percaya satu sama lain, percaya sama coach, percaya sama pola yang dikasih coach. Dan akhirnya terbukti menang,” ujarnya.
Ketika overtime tiba, Tasya sama sekali tidak terkejut. ’’Udah prediksi bakal overtime. Soalnya dari tahun lalu juga kalau ketemu SMAN 70, entah kenapa begini terus. Jadi ya sudah, kita siapin aja sekalian,” tuturnya sambil tersenyum lega.
SMA Buksi Sulit Dibendung
DBL 2025 DBL Jakarta masih milik SMA Bukit Sion (Buksi). Kepastian ini didapat setelah tim basket putra SMA Bukit Sion Jakarta mengalahkan SMA Jubilee Jakarta di partai final. Buksi menang dengan skor 60-52. Laga final DBL Jakarta 2025 berlangsung pada Jumat (21/11).
Kemenangan Buksi atas Jubilee begitu spesial. Belum pernah ada tim putra yang sukses dua kali juara beruntun di Indonesia Arena. Bahkan skuad asuhan Ricky Lesmana menutup paruh pertama dengan keunggulan 13 poin (38-25). Jubilee bukan tanpa perlawanan. Tertinggal dua digit angka hingga kuarter ketiga, Jubilee mengejar di kuarter akhir.
Margin skor berhasil dipangkas pelan-pelan oleh Benjamin Hernusi dan kawan-kawan. Ketika kuarter akhir tersisa tiga menit, Buksi hanya unggul empat angka saja dari Jubilee (55-51).
Sayang, setelahnya Jubilee tak kunjung menemukan momentum untuk berbalik unggul. Tembakan dua angka Efrael Yerusyalom ketika kuarter akhir tersisa satu menit mempertegas mentalitas Buksi untuk mempertahankan takhta mereka. Efrael Yerusyalom bersinar lagi di partai final. Bermain selama 30 menit, Efrael mengantongi 17 poin plus 4 steal. Efrael berhasil menggantikan peran Riovaldo Renjiro yang menepi karena cedera di kuarter pertama.
Pada tubuh Jubilee, Benjamin Hernusi menjadi pencetak angka terbanyak dengan catatan 17 poin dan 6 steal. Di belakangnya ada Chimaobi Nzekwue yang mencetak dobel-dobel 14 poin dan 17 rebound. Kemenangan ini membuat rekor pertemuan Buksi dan Jubilee seimbang (2-2). Namun Buksi mengalahkan Jubilee dua kali di Indonesia Arena.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi