Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan, penurunan ini tentu melalui inovasi berbagai program yang dijalankan. Salah satunya, program D3 (Dilatih, Disertifikasi dan Ditempatkan).
"Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah serta kolaborasi erat dengan dunia usaha, komunitas, dan masyarakat," kata Benyamin, Kamis (4/12).
Benyamin menuturkan, Pemkot Tangsel akan terus menghadirkan kebijakan pro pertumbuhan dan pro kesempatan kerja. Menurutnya, Tangsel adalah kota yang ekonominya dinamis, pihaknya terus mendorong investasi berkualitas, sekaligus memastikan warga mendapat akses pelatihan dan peningkatan keterampilan.
"Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan nyata oleh masyarakat," ujarnya.
Meskipun angka TPT mengalami penurunan, tantangan tetap ada. Misalnya, upskilling/ reskilling tenaga kerja agar mereka makin kompetitif, pemerataan kesempatan kerja ke seluruh wilayah, dan menjaga agar penyerapan tenaga kerja terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk usia produktif.
Atas capaian itu, Pemkot Tangsel diberikan penghargaan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam kategori tingkat kota fiskal tinggi dengan implementasinya dalam penyerapan tenaga kerja. Apresiasi tersebut, dinilai langsung tiga orang Dewan Pengarah Penilaian terdiri dari Prof. Siti Zuhro (Praktisi), Prof Muchlis Hamdi (Kemendagri), dan Arif Zulkifli (Praktisi).