JawaPos.com - Dunia pendidikan Provinsi Jakarta berhasil mengukir prestasi dalam Anugerah GTK (guru dan tenaga kependidikan). Anugerah ini diselenggarakan Kementerian Agama menyambut peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Guru dan tenaga pendidikan (tendik) mengikuti proses seleksi dari tingkat daerah.
Guru yang berhasil mengharumkan Jakarta pada kompetisi itu adalah Rohili dan MTsN 10 Jakarta. Dia berhasil meraih juara II untuk kategori Guru Berdedikasi dan mendapatkan hadiah Rp 12,5 juta. Berikutnya adalah Ziya Syifa Ulya, MTsN 4 Jakarta Selatan yang meraih Juara II kategori Tendik Inovatif dan berhak menerima hadiah Rp 15 juta.
Puncak Anugrah GTK yang diselenggarakan di TMII Jakarta Timur itu dihadiri langsung Menag Nasaruddin Umar. Dia mengatakan penganugerahan GTK itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan karakter serta keteladanan dari para pendidik dan tendik di berbagai daerah di Indonesia.
Puncak acara itu juga menghadirkan suasana haru ketika ribuan guru dari seluruh Indonesia memanjatkan doa bersama untuk masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Doa yang dipimpin secara serentak itu menjadi simbol kuat bahwa guru tidak hanya hadir sebagai pendidik. Tetapi juga sebagai penyangga moral dan spiritual bangsa di tengah ujian.
Nasaruddin menyampaikan bahwa doa guru memiliki kekuatan yang melampaui ruang kelas. “Dalam setiap kesedihan yang menimpa saudara-saudara kita, doa para guru menjadi pelita yang menguatkan," katanya.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, para guru mendoakan korban bencana alam tanpa pamrih. "Karena kecintaan mereka kepada negeri melekat dalam hati,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menegaskan bahwa kepekaan dan solidaritas guru adalah pilar karakter bangsa. Baginya empati para guru selalu menjadi energi yang menggerakkan masyarakat saling menopang.
"Melalui doa, empati, dan penghargaan ini, Kementerian Agama menegaskan kembali bahwa kekuatan pendidikan Indonesia tumbuh dari dedikasi para guru yang tidak hanya mengajar," jelasnya. Suyitno mengatakan dalam menjalankan tugasnya, para juga menopang harapan bangsa dengan cinta dan pengabdian yang tulus.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi