Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Majelis Masyayikh Keluarkan 92 Dokumen Penjaminan Mutu, Diantaranya untuk Pesantren di Jakarta

Hilmi Setiawan • Rabu, 10 Desember 2025 | 17:59 WIB
Penyerahan dokumen surat keputusan hasil asesmen Majelis Masyayikh kepada lembaga pendidikan pesantren di Jakarta (10/12).
Penyerahan dokumen surat keputusan hasil asesmen Majelis Masyayikh kepada lembaga pendidikan pesantren di Jakarta (10/12).

JawaPos.com - Majelis Masyayikh secara resmi menyerahkan surat keputusan (SK) dan sertifikat hasil asesmen satuan pendidikan pesantren. Total ada 92 dokumen yang diterbitkan. Diantaranya untuk lembaga pendidikan yang ada di Jakarta.

Lembaga pendidikan pesantren di Jakarta yang mendapat sertifikat hasil asesmen itu adalah Sa'iidusshiddiqiyah di Jakarta Barat. Kemudian Madrasah Aliyah LPI Pondok Pesantren Darul Rahman di Jakarta Selatan dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Pondok Pesantren Minhajurrosyidin di Jakarta Timur.

Penerbitan SK dan sertifikat hasil asesmen kepada satuan pendidikan pesantren itu penting. Karena menjadi bagian dari upaya penguatan mutu dan akuntabilitas pendidikan pesantren di Indonesia.

Penyerahan SK dan sertifikat ini dirangkai dalam forum Muhadharah ‘Ammah bertema Membangun Budaya Mutu Berkelanjutan (Continuous Quality Improvement) pada Satuan Pendidikan Pesantren Jalur Pendidikan Formal di Jakarta (9/12). Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Majelis Masyayikh, kepala satuan pendidikan pesantren jenjang Dikdasmen dan mudir Ma’had Aly, Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (Aspendif), dan lainnya.

Penyerahan dokumen itu bagian dari rangkaian tahapan asesmen yang telah dilakukan Majelis Masyayikh terhadap 92 satuan pendidikan pesantren. Rinciannya untuk tingkat Dikdasmen ada 67 lembaga dan Mahad Aly ada 25 lembaga. Penilaian atau asesmen mencakup evaluasi terhadap standar kompetensi lulusan, kurikulum, dan tata kelola kelembagaan. Kemudian kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, serta implementasi tradisi keilmuan pesantren yang menjadi karakter utama pendidikan pesantren.

Photo
Photo

Ketua Majelis Masyayikh KH. Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan penyerahan SK dan sertifikat ini menjadi bagian dari komitmen mereka dalam membangun budaya mutu berkelanjutan. Serta menjadi upaya penting dalam pemenuhan mandat penjaminan mutu pendidikan pesantren.

“Kami ingin memastikan bahwa satuan pendidikan pesantren memiliki standar yang jelas," katanya. Kemudian standar tersebut terdokumentasi dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Tanpa menghilangkan tradisi khas pesantren.

Gus Rozin menegaskan peningkatan mutu berkelanjutan bukanlah konsep baru dalam tradisi pesantren. Melalui adab, kedisiplinan, ketekunan belajar, serta semangat perbaikan diri yang tidak pernah berhenti, pesantren telah menerapkan prinsip continuous quality improvement.

“Kami berharap seluruh satuan pendidikan pesantren dapat terus meningkatkan kualitasnya dengan semangat istikamah, tawadhu’, dan inovasi," jelasnya. Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati itu menyebut, pesantren harus menjadi pusat lahirnya generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.

Sementara itu anggota Majelis Masyayikh Divisi Mahad Aly KH. Abdul Ghofur Maimoen menambahkan bahwa hasil asesmen ini sekaligus menjadi ruang sinergi antara tradisi pesantren dan sistem akuntabilitas pendidikan formal.

Dia mengatakan metode Sorogan, Bandongan, hingga Bahtsul Masail harus diakui sebagai instrumen valid dalam pemenuhan capaian pembelajaran. "Melalui sertifikat ini, kita memperkuat pengakuan tersebut,” katanya.

Satuan pendidikan pesantren penerima SK dan sertifikat menyambut baik langkah Majelis Masyayikh ini. Selain menjadi bukti pemenuhan standar mutu, dokumen tersebut juga menjadi dasar pengembangan program pembelajaran. Kemudian jadi dokumen pengakuan peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan penyusunan rencana strategi kelembagaan.

Penyerahan SK dan sertifikat itu diharapkan dapat mendorong pesantren untuk terus melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan atau continuous quality improvement. Serta bisa memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan adaptif. Serta tetap menjaga kekhasan tradisi keilmuan pesantren di Indonesia. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#lembaga pendidikan pesantren #Majelis Masyayikh