Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Kemensos Bagikan Bantuan Jadup untuk Korban Terdampak Bencana Sumatera

Zalzilatul Hikmia • Jumat, 19 Desember 2025 | 00:52 WIB

 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyerahkan santunan untuk para ahli waris korban banjir dan longsor serta meninjau dapur umum di kantor Dinas Sosial P3A, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (16/12/2025). 
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyerahkan santunan untuk para ahli waris korban banjir dan longsor serta meninjau dapur umum di kantor Dinas Sosial P3A, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (16/12/2025). 

JawaPos.com - Pemerintah akan memberikan bantuan jaminan hidup (jadup) sementara untuk para korban terdampak bencana di Sumatera.

Hal itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Rabu (17/12) sore. Dia menerangkan, bantuan itu akan diberikan setelah warga menempati hunian tetap yang dibangun melalui Kementerian Perumahan dan kawasan Permukiman (PKP).

Disinggung soal besaran bantuan, Gus Ipul -- sapaan Saifullah Yusuf--, mengaku masih mengajukan. Yang jelas, bantuan akan diberikan selama tiga bulan untuk per orang.

“Nah tadi kami lapor kepada Pak Menko PMK, apakah indeks Rp 10.000 ini masih memenuhi standar hari ini atau perlu ditingkatkan. Karena itu kan indeks tahun 2020. Tentu nanti kami mohon arahan lebih lanjut,” paparnya.

Selain jadup, korban terdampak juga mendapatkan bantuan untuk melengkapi isi rumah. Mulai dari alat-alat dapur, bahkan dimungkinkan juga mendapat kursi, meja, dan lain sebagainya. Besarannya Rp 3 juta per kepala keluarga (KK).

“Itu pun mengacu indeks tahun 2020. Tentu selanjutnya nanti kami akan mohon arahan dari Pak Menko,”sambungnya.

Selanjutnya, Kemensos juga memberikan dukungan pemberdayaan untuk pemulihan ekonomi di tahap pertama. Indeksnya sebesar Rp 5 juta per KK.
Kampus Terdampak Bencana
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan update jumlah perguruan tinggi terdampak bencana di Sumatera. Saat ini, ada 64 kampus yang terkena dampak dari banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumatera. Detailnya, 35 kampus di Aceh, 14 di Sumatera Utara, dan 15 di Sumatera Barat.

Untuk jumlah dosen terdampak mencapai 2.247 orang. Paling banyak berada di Aceh, yakni sebanyak 1.562 orang dosen. Kemudian, 184 orang dosen di Sumatera Utara dan 501 dosen di Sumatera Barat.
Sedangkan mahasiswa terdampak sebanyak 18.710 orang. Angka ini masih dimungkinkan bertambah mengingat pendataan masih terus berlangsung.

“Nah ini belum termasuk mahasiswa-mahasiswa dari kampus di luar tiga provinsi tersebut yang mungkin orang tuanya berasal dari sana dan terdampak,” jelasnya. Dia telah meminta kampus-kampus di luar tiga provinsi tersebut untuk mendata mahasiswanya yang mungkin terdampak bencana.

Selain pendataan, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan kampus-kampus dan LPDP mengenai bantuan yang diberikan untuk mereka. Rencananya, bantuan diberikan dalam bentuk pembebasan uang kuliah.

“Pembebasan uang kuliah selama satu semester sampai satu tahun, kita sedang kaji,” ungkapnya.

Penentuannya bergantung pada asesmen dari dampak yang diterima oleh masing-masing mahasiswa tersebut. “Tentu kalau berat ya kita harapannya bisa memberikan sampai satu tahun,” sambungnya.

Tak hanya keringanan UKT, Kemendiktisaintek juga menyiapkan bantuan hidup untuk para mahasiswa yang keluarganya atau orang tuanya terdampak sehingga tidak bisa mengirimkan uang bulanan. Besarannya akan mengikuti standar yang diberikan pada penerima beasiswa KIP-Kuliah. (mia/oni)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#kemensos