Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Tidak Hanya Sibuk Kelola Dana Haji, BPKH Juga Perhatikan Kelestarian Lingkungan

Hilmi Setiawan • Senin, 22 Desember 2025 | 18:14 WIB
Pimpinan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) luncurkan program Wakaf Pohon di Gunung Kidul, Jogjakarta (21/12). (Dok. BPKH)
Pimpinan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) luncurkan program Wakaf Pohon di Gunung Kidul, Jogjakarta (21/12). (Dok. BPKH)

JawaPos.com - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan tidak hanya berkutat pada urusan pengelolaan dana jemaah. Mereka juga menaruh perhatian untuk pelestarian lingkungan. Diantaranya diwujudkan lewat program Wakaf Pohon di kawasan Gunung Kidul, Jogjakarta.

Program Wakaf Pohon itu merupakan wujud nyata komitmen BPKH dalam mengoptimalkan nilai manfaat dana haji melalui skema kemaslahatan umat. Dalam hal ini, berfokus pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.

Dalam program Wakaf Pohon itu, BPKH menyalurkan sebanyak 712 bibit pohon. Terdiri dari varietas produktif dan konservatif, antara lain alpukat, durian, gayam, nangka, aren, kelapa, dan bambu. Pemilihan jenis pohon itu bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat melalui hasil panen. Sekaligus berfungsi sebagai penguat ekosistem lokal.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati menjelaskan bahwa inisiatif di Gunung Kidul merupakan bagian dari rangkaian program penghijauan nasional yang telah dijalankan BPKH di berbagai wilayah Indonesia. "Sebelumnya, program serupa telah sukses dilaksanakan di Sumatera Barat dengan menanam 1.100 bibit," katanya (22/12). Selain itu juga di Bogor dengan 2.500 bibit pohon, serta di Majalengka dengan 1.000 bibit pohon.

"Kehadiran kami di Gunung Kidul hari ini adalah bentuk konsistensi BPKH dalam menjaga amanah jemaah untuk memberi manfaat bagi bumi dan sesama," ujar Sulistyowati.

Program Wakaf Pohon itu, mengusung konsep dwifungsi. Selain berfungsi secara ekologis, pohon-pohon yang ditanam diproyeksikan menjadi sumber pendapatan alternatif bagi warga di masa depan.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menekankan pentingnya aspek pemanfaatan jangka panjang. "Kami berharap pohon-pohon ini tidak hanya menjadi penyerap karbon dan penguat daerah tangkapan air guna mencegah bencana," katanya. Tetapi juga menjadi aset produktif yang mampu menghasilkan income bagi masyarakat sekitar.

Pelaksanaan program Wakaf Pohon di Gunung Kidul itu, dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan PP Muhammadiyah. Penanaman dilakukan di atas tanah wakaf milik PP Muhammadiyah. BPKH menggandeng Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah sebagai penerima manfaat utama. Untuk menjamin keberlangsungan bibit, perawatan rutin akan dikelola langsung oleh Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah setempat.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Azrul Tanjung memberikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. Dia menyebut program ini sebagai bentuk Investasi Akhirat. "Melalui BPKH, program wakaf ini menjadi amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir bagi para jemaah haji Indonesia seiring dengan tumbuhnya pohon-pohon ini," tuturnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#bpkh #Harry Alexander #Sulistyowati