Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Di Tengah Kabar Islah, Rais Aam PBNU Kiai Miftah Pimpin Doa di Masjid Raya Hasyim Asy'ari Jakbar

Hilmi Setiawan • Sabtu, 27 Desember 2025 | 17:03 WIB

 

Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar (kiri) bersama Sekjen PBNU Saifullah Yusuf dalam doa bersama Satu NU Satu Bangsa di Masjid Raya Hasyim Asy
Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar (kiri) bersama Sekjen PBNU Saifullah Yusuf dalam doa bersama Satu NU Satu Bangsa di Masjid Raya Hasyim Asy

JawaPos.com - Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar (Kiai Miftah) menghadiri doa bersama bertajuk Satu NU Satu Bangsa di Masjid Raya Hasyim Asy'ari Jakarta Barat (26/12) malam. Kehadiran Kiai Miftah menarik perhatian publik, di tengah kabar islah buntut dualisme kepemimpinan PBNU.

Dalam forum tersebut, Kiai Miftah tidak menyampaikan tausiyah atau ceramah. Dia bertugas memimpin doa bersama. Sebelumnya dilakukan istighatsah yang diikuti ratusan jemaah yang memadati ruangan utama masjid.

Sebelumnya Sekjen PBNU sekaligus Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan pidato sambutan. Dia mengatakan Doa Untuk Negeri itu dirancang sekitar tiga hari yang lalu. Isinya mendoakan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat yang terkena bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

"PBNU menggelar doa Satu NU, Satu Bangsa untuk kuatkan pemulihan bencana Sumatera dan kesiapan hadapi iklim kkstrem," katanya. Dalam doa bersama itu, PBNU juga mengajak bangsa Indonesia bersatu membantu korban dan menjaga Indonesia. Dalam forum itu ditegaskan tidak ada ruang perpecahan di PBNU.

"Kita doakan saudara yang kena musibah. Semoga di erikan kesabaran dan segera pulih," tuturnya. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan selama acara salawatan tidak terputus. Dia berharap Allah memberikan keberkahan dan pertolongan untuk bangsa Indonesia.

Sementara itu acara inti yaitu tausiyah diisi oleh Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah. Dia mengatakan kesuksesan acara doa bersama itu menandakan kekompakan di tubuh NU. "Ada yang bilang NU tidak kompak. Buktinya kami kompak," katanya.

Dalam ceramahnya, Gus Miftah menyelipkan sejumlah banyolan. Dia lantas berpesan bangsa hebat butuh persatuan. Baginya yang paling utama adalah Super Team, bukan Superman. "Sehebat-hebatnya Superman, kalah sama Super Team," tuturnya.

Dia mencontohkan kekompakan atau persatuan dari Walisongo. Misalnya saat membangun Masjid Demak. Dalam proses pembangunannya Sunan Kalijaga tidak sendirian. "Pimpro-nya Sunan Kalijaga, tetapi melibatkan sunan lainnya," katanya.

Gus Miftah lantas menyinggung situasi yang terjadi di tubuh PBNU. Dia menegaskan yang terjadi saat ini adalah ujian. Baginya NU sedang diuji oleh Allah. Menurut Gus Miftah, ujian tersebut diberikan karena Allah sayang kepada NU. Ketika menghadapi ujian, tidak boleh marah. Karena Allah semakin marah.

Seperti diketahui saat ini PBNU sedang diliputi dualisme kepemimpinan. Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dicopot dari hasil rapat harian yang dipimpin Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar. Namun dalam perkembangannya sudah ada keputusan islah. Sebagai konsekuensinya Muktamar berikutnya akan dipercepat pelaksanaannya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#kh miftachul achyar #pbnu #kiai miftah