Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Hormati Korban Bencana Sumatera, Perayaan Natal Nasional di Istora Senayan Digelar Tanpa Nuansa Glamor

Hilmi Setiawan • Senin, 5 Januari 2026 | 21:54 WIB
Menag Nasaruddin Umar (tengah) menjelaskan soal Natal Nasional yang diselenggarakan tanpa nuansa glamor (5/1). Alasannya untuk menunjukkan keprihatinan terhadap korban bencana alam di Sumatera.
Menag Nasaruddin Umar (tengah) menjelaskan soal Natal Nasional yang diselenggarakan tanpa nuansa glamor (5/1). Alasannya untuk menunjukkan keprihatinan terhadap korban bencana alam di Sumatera.

JawaPos.com - Puncak peringatan Natal Nasional 2025 diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta pada Senin (5/1) malam. Perayaan tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah menteri. Perayaan Natal Nasional yang direncanakan diselenggarakan meriah dan mewah, berubah jadi sederhana.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyinggung soal peringatan Natal Nasional 2025 tersebut. Dia mengatakan Natal bersama tingkat nasional akhirnya dilaksanakan secara sederhana. Namun tanpa mengurangi buansa khidmat untuk umat beragama Kristen dan Katolik.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan perayaan Natal Nasional itu diselenggarakan secara sederhana sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. "Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden, bahwa kita tidak saatnya melakukan (perayaan) Natal secara glamor," katanya di sela tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag di Jakarta (5/1).

Perayaan Natal diselenggarakan jauh dari kesan mewah dan glamor sebagai wujud keprihatinan terhadap saudara-saudara korban bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Nasaruddin mengatakan sebagian dana yang terkumpul untuk Natal Nasional, dialihkan untuk kegiatan sosial. Yaitu membantu korban bencana alam banjir bandang di Sumatera.

"Alhamdulillah sebagian dana-dana (untuk perayaan) Natal Nasional dialihkan untuk daerah terdampak bencana," katanya. Selain itu Kemenag sendiri juga sudah menyalurkan bantuan langsung untuk membantu korban dan penanganan bencana alam Sumatera. Tidak kurang dari Rp 50 miliar sudah disalurkan. Termasuk realokasi anggaran yang sudah disetujui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dalam kesempatan itu Nasaruddin juga menyampaikan apresiasi karena peringatan Natal 2025 secara umum berjalan dengan baik. Termasuk pelaksanaan Natal Bersama yang baru kali ini diselenggarakan oleh Kemenag. Sejak Indonesia merdeka.

Nasaruddin menegaskan Natal Bersama itu bukan berarti mengundang umat semua agama untuk ikut beribadah Natal. Dia menegaskan untuk sesi ibadah Natal, dilaksanakan umat Kristen dan Katolik sesuai dengan keyakinannya. Sementara untuk sesi perayaannya, semua umat beragama bisa hadir untuk menikmati pertunjukan seni dan budaya yang ada.

Sebelumnya Natal Bersama 2025 Kemenag diselenggarakan di TMII, Jakarta Timur. Pada saat sesi malam perayaan, semua umat beragama bisa mengikutinya. Termasuk Menag Nasaruddin juga ikut menghadirinya. Sebelumnya antara ASN Kemenag pemeluk Kristen dan Katolik melaksanakan perayaan Natal sendiri-sendiri. Dengan adanya perayaan Natal Bersama itu, Kemenag ingin menyampaikan pesan soal kerukunan dan toleransi umat beragama. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#natal nasional 2025