Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Sebelum Diterbangkan ke Saudi, Bumbu Katering Jemaah Diuji di Asrama Haji Pondok Gede

Hilmi Setiawan • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:55 WIB
Uji citarasa bumbu nusantara yang akan dikirim ke Arab Saudi sebagai bumbu utama katering haji di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta (8/1). (Hilmi/Jawa Pos)
Uji citarasa bumbu nusantara yang akan dikirim ke Arab Saudi sebagai bumbu utama katering haji di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta (8/1). (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Jemaah haji musim pemberangkatan 2026 tidak perlu khawatir kangen kampung halaman. Pasalnya katering yang dihidangkan nanti, menggunakan menu-menu nusantara. Untuk memastikan cita rasa khas nusantara, bumbu didatangkan secara langsung dari Indonesia.

Menu nusantara pada katering haji tahun ini diantaranya nasi kuning, nasi goreng, balado, nasi uduk, rendang, dan balado. Kemudian opor, woku, pesmol, tongseng, serta krengsengan. Menu nusnatara lainnya adalah dabu-dabu, lada hitam, asam manis, serta saus mentega.

Untuk menghadirkan menu-menu bercitarasa nusantara itu, bumbunya dikirim dari Indonesia. Bumbu yang dikirim sudah berupa pasta siap olah. Bukan bahan baku seperti cabe, bawang, lengkuas, dan sejenisnya. Secara khusus bumbu-bumbu yang akan dikirim ke Arab Saudi diuji cita rasa di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur (8/1).

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menghadiri langsung kegiatan uji cita rasa tersebut. Dia mengatakan Kemenhaj berusaha menghadirkan berbagai masakan nusantara pada layanan katering haji. Dia mengatakan Indonesia sudah bisa mengirim bumbu untuk keperluan katering haji. Ke depan dia ingin beras Indonesia bisa juga diekspor untuk keperluan haji.

Menurut Irfan urusan layanan katering tentu sangat vital. Apalagi jemaah tinggal di Arab Saudi selama lebih dari satu bulan. ’’Kita berharap makanannya itu adalah makanan yang biasa dirasakan oleh lidah masyarakat Indonesia,’’ katanya. Sehingga jemaah tetap merasakan nyaman berhari-hari tinggal di negeri orang.

Dia menceritakan pada musim haji 2025 lalu, bumbu Indonesia yang masuk ke Saudi mencapai 400 ton. Tahun ini dia berharap bisa bertambah jadi 600 ton. Untuk memastikan bumbu tersebut benar-benar sesuai dengan cita rasa nusantara, proses pembuatannya dikawal ahli masakan dari beberapa kampus perhotelan.

Evaluasi dari tahun lalu, proses pengiriman bumbu makanan itu harus memperhatikan pengemasan. Sehingga tidak rusak ketika dibawa penerbangan berjam-jam dari Indonesia ke Saudi. Selain itu juga perlu diperhatian proses penyimpanannya selama di Saudi. Bumbu yang siap olah itu harus disimpan dengan benar, supaya tidak rusak.

Irfan mengatakan ada sekitar 10 perusahaan yang menyuplai bumbu siap olah tersebut. Dengan skema ini, penyelenggaraan haji bisa membawa berkah untuk masyarakat di dalam negeri. Khususnya bagi para petani pemasok bahan baku bumbu-bumbu itu.

Selain itu nantinya juga ada pengiriman olahan ready to eat (RTE). Makanan ini diperlukan pada saat masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Seperti diketahui saat masa Armuzna layanan katering dihentikan. Karena lalu lintas di kota Makkah sudah sangat padat. Maka sebagai gantinya dikirim makanan siap santap dari tanah air. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Mochammad Irfan Yusuf #jemaah haji