JawaPos.com - Ribuan perempuan dari berbagai profesi berkumpul di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta (25/1) sore. Mereka mendapatkan sosialisasi tentang pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan. Tujuannya bisa lahir SDM unggul untuk mendukung misi Indonesia Emas 2045 nanti.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh Yayasan Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB). Kegiatan yang bertepatan dengan momen Hari Gizi Nasional itu, mengambil tema 1.000 Hari Cinta – Ibu Sehat, Anak Cerdas. Founder KPPB Meiline Tenardi bersama sejumlah tokoh ikut hadir bersama para undangan.
Meiline mengatakan gerakan atau kampanye 1.000 Hari Cinta : Ibu Sehat - Anak Cerdas itu menyoroti pentingnya seribu hari pertama kehidupan. Sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Dia mengatakan periode ini merupakan masa krusial yang menentukan pembentukan struktur otak. Selain itu juga terkait pertumbuhan fisik dan sistem kekebalan tubuh. Kemudian terkait kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan.
“Isu kesehatan ibu dan anak bukan hanya persoalan medis. Tetapi persoalan literasi dan akses pengetahuan," kata Meiline dalam keterangannya (26/1). Melalui kegiatan itu, mereka berupaya menghadirkan pemahaman keluarga tentang pentingnya fase awal kehidupan.
Menurut dia seribu hari pertama kehidupan merupakan periode biologis yang sangat menentukan. Khususnya dalam pembentukan fungsi otak, sistem imunitas, dan kapasitas metabolik anak.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi publik yang bermakna," tuturnya. Meiline berharap ibu dan keluarga memiliki dasar pengetahuan yang kuat. Khususnya dalam mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan.
Dalam kesempatan yang sama Dokter Tan Shot Yen mengatakan, kekeliruan pemenuhan gizi pada fase 1.000 hari pertama kehidupan akan meninggalkan dampak jangka panjang yang sulit diperbaiki. "Baik pada aspek kecerdasan, kesehatan, maupun produktivitas anak di masa dewasa,” jelasnya dokter ahli gizi masyarakat itu.
Sementara itu dalam sambutannya Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka mengatakan pembangunan kualitas keluarga dimulai sejak pra-nikah, pra-hamil, hingga masa pengasuhan awal. "1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan investasi strategis negara karena dari sinilah kualitas sumber daya manusia Indonesia dibentuk," tuturnya.
Rangkaian acara kampanye 1.000 hari pertama kehidupan itu diisi sejumlah kegiatan. Diantaranya pemutaran film pendek edukatif berjudul 1000 Hari Cinta – Ibu Sehat, Anak Cerdas. Film ini menggambarkan realitas keluarga Indonesia dalam fase 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
Selain itu juga ada talkshow dan diskusi edukatif bersama para ahli mengenai gizi ibu hamil, ASI eksklusif, MPASI tepat, stimulasi tumbuh kembang, serta kesehatan mental ibu. Kemudian juga diramaikan sesi interaktif tanya jawab bersama Inayah Wahid, membangun dialog reflektif dengan peserta. Ada juga aksi simbolis pencegahan stunting sebagai bentuk komitmen bersama lintas sektor.
Undangan juga dihibur dengan penampilan seni tari modern oleh Belantara Budaya Indonesia sebagai refleksi budaya dan persembahan cinta bagi ibu Indonesia. Kegiatan lainnya adalah bakti sosial, berupa pembagian paket sembako, nasi kotak, dan goodie bag kepada peserta perempuan prasejahtera.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi