Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Sambut Bulan Puasa, Industri Fashion Islami Bergeliat dan Terus Muncul Pemain Baru

Hilmi Setiawan • Senin, 9 Februari 2026 | 12:00 WIB

 

Sejumlah koleksi fashion islami dari Haadiya Syari. Industri fashion bergeliat menyambut bulan Ramadan 2026 yang tinggal sepuluh hari lagi. (Istimewa)
Sejumlah koleksi fashion islami dari Haadiya Syari. Industri fashion bergeliat menyambut bulan Ramadan 2026 yang tinggal sepuluh hari lagi. (Istimewa)

JawaPos.com - Bulan Ramadan 2026 semakin dekat, tinggal 10 hari lagi. Industri modset fashion, khususnya untuk kelompok islami atau muslim semakin bergeliat. Mereka berharap angka penjualan semakin meningkat di bulan penuh berkah tersebut.

Rasa antusias itu diantaranya disampaikan Alia Karenina selaku Founder brand Haadiya Syari. Dia mengatakan industri mode atau fashion tanah air terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dia menyebut ikut hadir sebagai pemain baru dengan harapan dapat memberikan makna pada pakaian modest Indonesia.

Alia mengatakan industri fashion juga memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Misalnya pada saat pelaksanaan kegiatan peluncuran Haadiya Syari hanya menggunakan dekorasi kain. Karena dinilai mendukung semangat ramah lingkungan.

"Saya ingin semua acara yang dibuat oleh Haadiya sebisa mungkin lebih mindful dan tidak menimbulkan limbah atau kerusakan pada lingkungan," tuturnya.

Photo
Photo

Dia menggunakan kain-kain sebagai dekorasi, agar nantinya kain-kain ini pun dapat dipergunakan kembali sebagai tas ataupun sarung bantal. Sehingga memperpanjang masa hidup kain tersebut.

Aliya menegaskan tidak mau menggunakan bunga segar yang dipotong sebagai dekorasi acara. "Karena saya percaya, sesuatu yang hidup harus dibiarkan hidup, tidak untuk diambil dan hanya dipakai sementara. Ini tak sesuai dengan nilai filosofis brand Haadiya,” kata Alia.

Alia mengatakan ikut terjun di industri fashion dengan merepresentasikan keberlanjutan dan masa hidup lebih panjang. Brand yang dia bangun tidak menganut prinsip sesuatu yang cepat dan nantinya akan cepat hilang. Selain itu Alia menjelaskan lahirnya brand itu dari pengalaman personal pencarian busana syar’i yang nyaman, bermakna, dan tetap berkelas.

“Saya ingin sama-sama belajar bersama dengan muslimah lain agar tetap istikamah berpakaian syar’i sesuai syariat Islam," jelasnya.

Kemudian juga untuk mengubah persepsi negatif atas perempuan berpakaian syar’i. Bahwa syar’i bukan sesuatu yang tertinggal. Tetapi sebuah pilihan sadar dengan penuh kekuatan berlandaskan ketakwaan pada ajaran agama.

Melalui tema In Return, Haadiya ingin mengajak audiens memahami bahwa setiap pilihan dilandasi niat baik selalu memberi balasan. Ketika seorang perempuan memilih modesty, dia tidak kehilangan apapun. Justru ia menerima ketenangan, kejernihan, dan kekuatan batin.

Dalam koleksi kapsul perdana, Haadiya berkolaborasi dengan desainer Adrie Basuki untuk bahan batik Sadabhumi. Batik ini lahir dari filosofi perjuangan penuh makna, terinspirasi dari pejuang kanker.

"Saya memahami perjuangan ini karena pengalaman personal," kata dia. Alia berharap dengan kolaborasi itu, semakin banyak brand terinspirasi dan berkolaborasi dengan pejuang hebat yang sedang menghadapi ujian dalam hidupnya. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Ramadan 2026