Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Tips untuk Menjaga Kebugaran selama I'tikaf agar Ibadah tetap Optimal

Deby Alya Ramadhani • 2026-03-18 20:20:49
Ilustrasi kegiatan yang dilakukan saat sedang i’tikaf (rhtour.co.id)
Ilustrasi kegiatan yang dilakukan saat sedang i’tikaf (rhtour.co.id)

JawaPos.com – I’tikaf merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan saat bulan Ramadhan, terutama pada 10 malam terakhir. Sehingga, umat muslim harus menjaga kebugaran menjelang merayakan hari kemenangan yaitu Idul Fitri.

Mengutip dari berbagai sumber, i’tikaf dalam Islam berarti ibadah kepada Allah SWT yang dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid. Jika mengikut sunnah yang dianjurkan, i’tikaf dilakukan selama 10 hari penuh di akhir bulan Ramadhan.

Aktivitas i’tikaf, yang berlangsung dalam waktu cukup lama, tidak hanya menuntut niat yang tulus, tapi juga kesiapan fisik. Selama menjalani ibadah i’tikaf akan terjadi perubahan pola makan, istirahat, hingga aktivitas harian yang bisa berdampak pada kondisi tubuh. Maka dari itu, kebugaran tubuh juga harus dijaga agar ibadah dapat dijalankan dengan khusyuk dan optimal.

Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan i’tikaf.

Baca Juga: Tips Mudik Naik Pesawat Tanpa Drama di Musim Lebaran

Menjaga Pola Makan Bergizi Seimbang 

Dilansir dari unggahan situs Institut Teknologi Bandung (ITB), asupan yang kurang seimbang saat berbuka dan sahur bisa menyebabkan rasa lelah dan mengantuk saat beribadah. Guna menghindari kelelahan saat sedang melaksanakan i’tikaf, asupan makanan saat berbuka puasa dan sahur perlu lebih diperhatikan. Sangat disarankan untuk menerapkan konsep “4 sehat 5 sempurna” agar kebutuhan energi harian tetap bisa terpenuhi.

Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Baca Juga: Mudik Bareng Anabul? Ini Tips Aman Membawa Hewan Peliharaan Saat Perjalanan Mudik Lebaran

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu cukup lama. Akibatnya, tubuh dapat dengan mudah mengalami dehidrasi. Maka dari itu, meskipun sedang dalam bulan puasa, seseorang masih tetap harus mengkonsumsi sekurangnya 2 liter air, atau 8 gelas air mineral setiap harinya.

Pemenuhan cairan ini dapat dilakukan secara bertahap ketika waktu berbuka puasa hingga sahur. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga berpengaruh pada kelancaran ibadah i’tikaf. Apabila kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, i’tikaf dapat dilakukan dengan lebih fokus dan kondisi tubuh yang fit.

Tidak Melewatkan Sahur

Sahur adalah waktu dimana umat muslim makan untuk mengisi energi sebelum berpuasa seharian di bulan Ramadhan. Selain bernilai ibadah, sahur penting dalam kesehatan karena membantu tubuh agar memiliki cadangan energi ketika beraktivitas sepanjang hari. Asupan ketika sahur juga akan mempengaruhi metabolisme tubuh yang secara langsung akan mempengaruhi fokus selama beribadah.

Mengatur Ritme Ibadah dan Istirahat

Meskipun ibadah di bulan Ramadhan sangat dianjurkan, penting untuk tidak memaksakan kemampuan. Jika dirasa mulai kelelahan, bisa mengambil istirahat sejenak. Dengan mengatur waktu istirahat yang cukup, energi tubuh akan kembali pulih dan kondisi fisik juga tetap stabil.

Selama melakukan ibadah i’tikaf juga perlu untuk diselingi dengan jeda istirahat. Waktu istirahat tersebut bisa dimanfaatkan untuk melakukan peregangan ringan. Peregangan ini bisa dilakukan  sebelum sahur dan menjelang berbuka agar kelenturan otot dan fokus bisa terjaga selama beri’tikaf.

Fokus Ibadah dan Menghindari Aktivitas Tidak Perlu

Baca Juga: Rekomendasi Tempat WFA Nyaman di Jakarta saat Ramadhan

Salah satu tujuan utama seseorang melakukan i’tikaf adalah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Maka dari itu, akan lebih baik jika memfokuskan penyaluran energi yang dipunya pada kegiatan beribadah. Selama melaksanakan i’tikaf, sangat dianjurkan untuk mengurangi penggunaan handphone yang berkaitan dengan hal-hal kurang bermanfaat.

Menghindari aktivitas yang tidak perlu juga berarti menjaga lisan dan perilaku selama waktu tersebut. Hindari melakukan gosip atau bercanda secara berlebihan. Selain untuk menjaga suasana masjid yang kondusif untuk umum, menjaga lisan dan perilaku juga membantu menjaga kondisi mental serta ketenangan hati selama beribadah.

Menjaga kebugaran saat i’tikaf bukan hanya sekedar fisik bebas penyakit, tapi juga tentang kemampuan diri untuk tetap fokus beribadah dalam waktu yang panjang. Beberapa upaya yang telah dijelaskan di atas dapat membantu untuk mewujudkan tujuan utama i’tikaf. Dengan kondisi tubuh tetap prima, i’tikaf tidak hanya menjadi ritual ibadah biasa, melainkan juga merupakan momen spiritual yang membawa seseorang lebih berdamai dengan dirinya sekaligus mendekat pada Tuhan nya. 

 

Editor : Bintang Pradewo
#I'tikaf