Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Merantau ke Ibu Kota Modal Pas-pasan, Ini 7 Tips Survive di Jakarta untuk Perantau Baru

Deby Alya Ramadhani • Rabu, 1 April 2026 | 07:58 WIB
ILUSTRASI: Jakarta versi Premium dan Standar (pic by Jakarta Property Institute)
ILUSTRASI: Jakarta versi Premium dan Standar (pic by Jakarta Property Institute)

JawaPos.com – Jakarta hingga kini masih menjadi tujuan utama para perantau yang ingin mencari peluang kerja. Sebagai ibu kota negara, kota ini memang menawarkan banyak kesempatan, tapi juga diiringi dengan biaya hidup yang tinggi. Kondisi ini membuat setiap orang yang ingin tinggal, harus memutar otak agar tetap bisa bertahan.

Pada dasarnya, biaya hidup di Jakarta, masih bisa disesuaikan agar tidak terlalu mahal. Tapi semuanya kembali lagi pada strategi kehidupan yang dijalani. Strategi yang dimaksud itu termasuk pemilihan lokasi tempat tinggal, gaya hidup, hingga cara mengelola keuangan.

Tanpa strategi yang tepat, jumlah pengeluaran bisa dengan cepat membengkak. Selain itu, bagi perantau yang baru datang, penyesuaian biaya hidup juga diperlukan agar bisa bertahan, setidaknya sampai kembali mendapatkan pemasukan dari hasil bekerja di ibu kota. Berikut 7 tips yang bisa diterapkan agar perantau yang baru datang bisa bertahan hidup di Jakarta.

Baca Juga: Perbandingan Harga Pesawat dan Bus Sleeper Surabaya–Jakarta, Mana Lebih Worth It Pasca Lebaran?

  1. Pilih Tempat Tinggal yang Terjangkau dan Strategis

Tempat tinggal menjadi pengeluaran terbesar di Jakarta. Biaya sewa, umumnya bisa mencapai 30-40 persen dari total pendapatan. Oleh karena itu, pemilihan tempat kos atau hunian harus dipikirkan dengan matang.

Usahakan memilih tempat tinggal yang dekat dengan tempat kerja. Ini dilakukan untuk menghemat biaya transportasi sekaligus waktu perjalanan, resiko pengeluaran tidak terduga seperti transportasi umum menjadi lebih mahal juga bisa diminimalisir.  Tips ini bisa jadi strategi yang lebih efisien dibanding kos murah, tapi lokasinya jauh dari tempat kerja. 

  1. Atur Anggaran Bulanan dengan Ketat

Perencanaan keuangan merupakan kunci utama bertahan hidup di kota besar. Semua pemasukkan dan pengeluaran harus dicatat secara rinci. Dengan begitu, arus uang setiap bulannya dapat lebih terkontrol.

Dalam penganggaran bulanan, kebutuhan dan keinginan perlu dibedakan dengan jelas, termasuk anggaran untuk keduanya. Pengeluaran harus difokuskan pada kebutuhan pokok terlebih dahulu, seperti makan dan transportasi. Selain itu, alokasi keuangan untuk dana darurat juga perlu dijadikan prioritas setelah kebutuhan pokok terpenuhi.

Baca Juga: Rekomendasi Apartemen Murah di Jakarta Mulai Rp 1 Jutaan Incaran Pekerja Muda

  1. Makan Hemat dengan Layak

Makan hemat bukan berarti hanya makan makanan instan. Membeli makan di Warteg atau dengan memasak makanan sendiri bisa menjadi pilihan makan hemat dengan gizi tetap terjaga. Kurangi memakan makanan instan hanya karena murah, resiko jangka panjang yang ditimbulkan justru bisa menjadi pengeluaran besar yang tak diinginkan.

  1. Manfaatkan Transportasi Umum

Transportasi adalah salah satu aspek penting dalam pengeluaran harian. Penggunaan Transjakarta atau KRL bisa jadi lebih hemat dibanding kendaraan pribadi. Dalam penggunaan kendaraan pribadi, perantau perlu mempertimbangkan juga biaya bahan bakar, service, bahkan parkir setiap harinya.

  1. Hindari Gaya Hidup Konsumtif

Ini bisa jadi adalah tantangan terbesar bagi perantau yang datang ke Jakarta. Nongkrong di kafe, belanja online, hingga kuliner di tempat-tempat viral merupakan godaan yang bisa menguras keuangan dengan cepat. Jika ingin bertahan hidup di Jakarta, tetap berpegang pada skala prioritas adalah jurus jitu menghindari pengeluaran yang tidak terkendali.

  1. Manfaatkan Promo dan Belanja Cerdas

Meskipun terdengar konsumtif, tapi belanja juga merupakan kegiatan yang setidaknya dilakukan seseorang sekali dalam sebulan untuk kebutuhan rumahan. Agar kegiatan belanja tidak menjadi lubang besar di anggaran bulanan, bisa dengan memanfaatkan promo yang berlaku. Membuat daftar belanjaan penting, membeli barang “bundle” agar jadi lebih murah, atau memanfaatkan platform belanja online bisa menjadi tips efektif belanja dengan lebih hemat.

Baca Juga: Anti FOMO di Ibu Kota: Tips Menahan Godaan Gaya Hidup Konsumtif di Jakarta

  1. Cari Penghasilan Tambahan

Cara ini sedang menjadi tren di kalangan anak muda Jakarta. Hal ini karena mengandalkan satu sumber penghasilan terkadang tidak cukup untuk kebutuhan tinggal di ibu kota. Selain itu, adanya tanggungan lain juga menjadi motivasi seseorang mencari pemasukan tambahan.

Di era digital seperti saat ini, banyak kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Mulai dari freelance hingga jualan online seringkali menjadi pilihan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa mencari penghasilan tambahan perlu menyesuaikan dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki.

Editor : Bintang Pradewo
#perantau #ibu kota #modal pas-pasan