Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Warga DKI Jakarta Wajib Pilah Sampah dari Rumah: Ini Tips Hemat, Praktis, dan Bisa Menguntungkan

Deby Alya Ramadhani • Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB
4 kategori tempat sampah yang perlu disiapkan oleh warga Jakarta (pic by @tcare.id)
4 kategori tempat sampah yang perlu disiapkan oleh warga Jakarta (pic by @tcare.id)

JawaPos.com – Krisis sampah sudah semakin parah, terlebih jika mengingat kapasitas TPST Bantargebang yang mulai terbatas. Gawatnya permasalahan ini mendorong Pemprov DKI Jakarta berlakukan wajib pemilahan sampah dari rumah. Aturan ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Dalam ketentuan resmi, disebutkan bahwa sampah dipilah menjadi empat kategori, sampah organik, anorganik, B3, dan residu. Pemprov juga tengah mengusahakan fasilitas sarana prasarana penampungan hingga pengolahan sampah. Mulai dari penyediaan tempat untuk masing-masing jenis sampah sampai edukasi pengolahan sampah oleh komunitas dan mandiri.

Terlepas dari aturan yang baru berjalan, warga tetap diimbau untuk memulai kebiasaan memilah sampah di rumah. Nyatanya, terdapat cara memilah sampah yang terbilang praktis dan bahkan bisa memanfaatkan sampah lainnya. Berikut adalah beberapa tips memilah sampah dari rumah dengan baik dan praktis.

  1. Sediakan Lebih dari Satu Wadah Sampah Berbeda di Rumah

Pemilahan sampah paling sederhana dapat dimulai dengan menyediakan beberapa wadah berbeda untuk tiap jenis sampah. Tempat untuk sampah tidak perlu mahal, bisa memanfaatkan wadah bekas, seperti galon, ember, ataupun kantong plastik. Setidaknya, terdapat 2 hingga 4 wadah berbeda untuk sampah dengan jenis berbeda..

Sebagai penanda, Kamu bisa membedakan warna tempat sampah, atau sesederhana menempel label jenis sampah pada setiap wadah. Umumnya, warna hijau digunakan untuk sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, maupun tisu organik. Selain itu, warna kuning cenderung digunakan pada tempat sampah anorganik seperti botol dan kaleng.

Limbah B3 rumah tangga, seperti baterai, elektronik bekas, hingga obat-obatan, bisa ditampung menggunakan tempat berwarna merah. Sedangkan wadah hitam biasanya digunakan untuk menampung limbah residu berupa pembalut bekas, popok, tisu bekas, atau puntung rokok. Selain keempat wadah tersebut, Kamu juga bisa menambah wadah lain untuk sampah kertas.

  1. Manfaatkan Limbah Galon Bekas Jadi Tempat Sampah

Tips ini sudah cukup lumrah diterapkan oleh banyak orang. Galon air bekas biasanya dipotong di bagian atas atau samping untuk menampung sampah. Jika ingin memanfaatkan galon bekas sebagai tempat pilah, Kamu bisa menambahkan kantong plastik untuk menampung sampah organik atau residu, agar galon tersebut dapat digunakan berkali-kali.

  1. Perkecil Ukuran Botol dan Kaleng agar Tidak Makan Tempat

Botol plastik dan wadah kaleng sering menjadi penyebab tempat sampah cepat penuh. Oleh karena itu, Kamu bisa memanfaatkan inovasi alat pres botol dan kaleng sederhana untuk mengecilkan ukurannya sebelum dibuang ke tempat sampah anorganik. Alat ini terbukti bisa menekan ruang yang dibutuhkan untuk satu limbah botol hingga 80%.

Alat ini merupakan inovasi dari beberapa anak muda yang peduli lingkungan. Alat ini juga sudah bisa ditemukan dengan mudah di online marketplace. Tapi, selain menggunakan alat, Kamu juga bisa menghemat ruang di wadah sampah dengan meremas botol plastik atau kaleng minuman, memompa udara keluar, sehingga ukurannya menjadi lebih kecil.

  1. Bilas Sampah Daur Ulang Sebelum Dibuang

Botol plastik, kaleng, ataupun kemasan makanan lain, sebaiknya dibilas sebelum dibuang ke tempat sampah daur ulang. Sampah yang masih kotor dapat menimbulkan bau dan serangga. Selain itu, sampah dalam kondisi bersih dapat lebih mudah diterima dan diolah untuk daur ulang.

Untuk memudahkan proses pembilasan sampah daur ulang, terdapat inovasi yang menggabungkan alat bilas dengan wadah untuk menampung sampah daur ulang. Dengan alat ini, wadah konsumsi yang telah dipakai bisa langsung dibilas dan ditaruh di bagian samping. Jika tidak dibilas, setidaknya pastikan wadah yang dibuang dalam kondisi tanpa isi.

  1. Belajar Mengambil Keuntungan dari Sampah

Memilah sampah tidak hanya membawa dampak positif bagi lingkungan, tapi juga bisa mendatangkan keuntungan. Sampah organik yang telah dipisahkan bisa diolah menjadi pupuk kompos. Hasilnya, bisa Kamu gunakan untuk tanaman di rumah, atau dalam skala lebih besar, bisa menjadi produk jualan.

Selain sampah organik, sampah daur ulang yang sudah dipisahkan dengan baik juga bisa menjadi sumber “cuan”. Hal ini karena Jakarta telah memiliki beberapa fasilitas bank sampah yang akan menukar sampah daur ulang Kamu menjadi saldo uang. Salah satunya adalah E-Bank Sampah, aplikasi bank sampah resmi yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Jakarta.

Penetapan aturan resmi merupakan bentuk upaya nyata Pemprov DKI Jakarta untuk mulai mengatasi permasalahan sampah. Meskipun terdengar seperti hal kecil yang menyulitkan, memilah sampah dari rumah bisa sangat membantu mengurangi beban TPST dan lingkungan. Selain itu, memilah sampah juga bukan tidak mungkin menjadi sumber keuntungan bagi warga sendiri.

Editor : Bintang Pradewo
#pilah sampah #sampah