Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Museum Passport: Aktivitas Seru Buat Kamu yang Suka Keliling Museum dan Cari Pengalaman Baru

Muhammad Irfan Hidayat • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:45 WIB
Kementerian Kebudayaan baru aja menghadirkan cara baru buat menikmati museum di Indonesia. (Instagram)
Kementerian Kebudayaan baru aja menghadirkan cara baru buat menikmati museum di Indonesia. (Instagram) 

JawaPos.com - Kementerian Kebudayaan baru aja menghadirkan cara baru buat menikmati museum di Indonesia. Namanya Museum Passport, sebuah buku mirip paspor yang bisa dipakai pengunjung untuk mengoleksi cap atau stempel dari berbagai museum dan cagar budaya di Indonesia. Program ini resmi diperkenalkan saat peringatan Hari Museum Internasional 2026 di Museum Nasional Indonesia.

Kalau biasanya datang ke museum cuma foto-foto, lihat koleksi, lalu pulang, sekarang pengalaman ke museum dibuat lebih interaktif dan terasa seperti petualangan. Pengunjung nantinya bisa berburu stempel unik dari museum yang dikunjungi, mirip seperti mengumpulkan cap paspor saat traveling ke berbagai negara.

Program ini diluncurkan oleh Kementerian Kebudayaan lewat Museum dan Cagar Budaya (MCB) sebagai upaya menarik minat generasi muda agar lebih dekat dengan sejarah dan budaya Indonesia. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut museum bukan cuma tempat menyimpan benda lama, tapi juga ruang pengetahuan, identitas bangsa, sampai penggerak ekonomi budaya.

Menariknya lagi, Museum Passport ini hadir di tengah berbagai upaya pemerintah menghidupkan kembali dunia museum dan cagar budaya. Sepanjang 2025, Kementerian Kebudayaan juga tercatat telah merevitalisasi lebih dari 150 museum dan cagar budaya di berbagai daerah Indonesia.

Mulai 16 Juli 2026, masyarakat sudah bisa menggunakan Museum Passport di museum dan cagar budaya yang berada di bawah pengelolaan MCB. Program ini rencananya diterapkan di puluhan museum, galeri, dan situs cagar budaya di berbagai kota di Indonesia.

Buat anak muda, konsep ini jelas terasa lebih relate dan seru. Aktivitas datang ke museum jadi punya “misi”, yaitu mengumpulkan cap sebanyak mungkin. Apalagi desain stempel tiap museum nantinya dibuat berbeda dan estetik, jadi cocok juga buat koleksi atau dipamerkan di media sosial.

Sensasi berburu cap ini juga bikin pengalaman wisata budaya terasa seperti treasure hunt versi sejarah. Dari satu museum ke museum lain, pengunjung bisa sekalian mengenal cerita tentang kerajaan, perjuangan kemerdekaan, seni, budaya daerah, sampai peninggalan bersejarah Indonesia.

Museum Passport juga jadi bukti kalau museum sekarang terus berinovasi supaya nggak lagi dianggap tempat kuno dan membosankan. Beberapa museum bahkan sudah menghadirkan ruang interaktif, teknologi imersif, hingga konsep edutainment yang bikin belajar sejarah terasa lebih menyenangkan.

Di media sosial sendiri, program ini mulai ramai dibicarakan karena dianggap unik dan bikin orang jadi punya alasan baru untuk datang ke museum. Banyak yang menyebut konsep berburu stempel ini mirip aktivitas wisata di Jepang atau Korea Selatan yang sering menghadirkan stamp rally di tempat wisata dan stasiun.

Selain jadi aktivitas seru, Museum Passport juga bisa jadi cara baru buat mengisi akhir pekan tanpa harus selalu ke mall atau cafe. Dengan datang ke museum, pengunjung tetap bisa jalan-jalan, foto-foto estetik, sekaligus menambah wawasan tentang sejarah Indonesia.

Program ini juga diharapkan bisa membangun kebiasaan baru di kalangan generasi muda, bahwa wisata budaya ternyata nggak kalah menarik dibanding tren hiburan lainnya. Apalagi Indonesia punya banyak museum dengan cerita unik dan koleksi bersejarah yang selama ini mungkin belum banyak diketahui anak muda.

Kehadiran Museum Passport menunjukkan kalau cara menikmati museum sekarang mulai berubah. Bukan cuma melihat koleksi di balik kaca, tapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih personal, interaktif, dan memorable bagi pengunjung.

Buat kamu yang suka jalan-jalan, koleksi hal unik, atau cari aktivitas seru sekaligus bermanfaat, Museum Passport bisa jadi daftar wajib yang patut dicoba mulai pertengahan tahun nanti. Siapa tahu, dari berburu cap museum, kamu malah jadi makin kenal sama sejarah dan budaya Indonesia sendiri.

Editor : Bintang Pradewo
#museum passport #museum