JawaPos.com – Pemkot Depok memulai pelaksanaan pendistribusian pangan lokal bergizi di tiap wilayah di kota tersebut sejak Jumat (13/9).
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono melakukan peninjauan dari program tersebut di wilayah Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere.
Menurut Imam, kegiatan ini dilakukan serentak di 63 kelurahan se-Kota Depok, dengan menu pangan lokal yang sesuai petunjuk teknis (Juknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Untuk di Kota Depok, program ini menyasar 2.197 balita selama 56 hari dengan delapan siklus, dan 279 ibu hamil selama 84 hari dengan 12 siklus.
’’Alhamdulillah, Depok termasuk kota terendah stunting, di nasional dengan 21 persen, sementara kita (Depok) 14 persen menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023,’’ ungkap Imam.
Berbeda dengan SKI, Pemkot Depok, kata dia, juga melakukan survei dan mendapati angka yang jauh penuh kecil, yaitu 3,4 persen.
’’Kalau dari versi kita (Pemkot Depok) hanya sebesar 3,4 persen, sebenarnya sudah tinggal sedikit lagi nanti zero stunting atau terbebas dari kasus stunting, maka kami lakukan intervensi dengan memberikan pangan lokal bergizi ke balita dan ibu hamil yang mengalami gangguan gizi,’’ terang Imam.
Imam mengatakan, pemberian pangan lokal bergizi dilaksanakan dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) Kesehatan bantuan operasional puskesmas dari Kemenkes. Imam Budi Hartono melanjutkan, nantinya Dinas Kesehatan (Dinkes) akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pangan lokal bergizi ini.
’’Pemberian pangan lokal bergizi ini selain agar terjadi penambahan berat badan, namun juga dalam rangka edukasi, mengubah perilaku kebiasaan keluarga balita dan ibu hamil agar mengonsumsi makan bergizi dengan pangan lokal yang ada di rumah masing-masing,’’ ucap dia.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi