JawaPos.com - Wali Kota Depok Supian Suri meninjau sejumlah rumah warga di Kecamatan Limo yang terdampak angin puting beliung pada Selasa siang (7/10).
Berdasarkan data sementara, sebanyak 113 rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin yang terjadi sekitar pukul 13.00–13.30.
“Informasi yang saya dapat sudah 113 rumah yang terdampak dari angin puting beliung kemarin. Kelurahan Grogol menjadi yang terbanyak, di luar Grogol ada tiga rumah di Limo,” ujar Supian Suri di lokasi peninjauan.
Menurutnya, sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah warga. “Rata-rata atap yang terbang, terutama yang menggunakan asbes. Banyak rumah tingkat dua yang kena karena posisinya lebih tinggi dari rumah sekitarnya,” jelasnya.
Supian memastikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Kita menggunakan BTT khususnya untuk warga yang memang butuh dukungan, misalnya untuk mengganti asbes. Tapi kalau yang secara ekonomi sudah mampu memperbaiki sendiri, ya tidak apa-apa. Kita fokus membantu yang paling membutuhkan,” katanya.
Dia menegaskan, pemerintah ingin memastikan tidak ada warga yang kesulitan memulihkan rumahnya akibat bencana tersebut. “Jangan sampai ada masyarakat yang tidak punya kemampuan sehingga tidak bisa menyelesaikan musibah yang dihadapi,” tambahnya.
Selain rumah warga, sejumlah pohon juga dilaporkan tumbang akibat angin kencang. Supian menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan pembersihan serta penebangan pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang.
“Upaya merapikan sudah langsung dilakukan. Bahkan sebelumnya kita sudah mengontrol pohon-pohon yang dahannya rapuh dan menebangnya. Tapi karena kemarin puting beliung, bukan hanya dahan kering yang tumbang, tapi banyak yang kena angin kencang,” terangnya.
Meski demikian, Supian bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Kita prihatin, tapi juga bersyukur Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan kerusakannya relatif tidak terlalu berat,” ujarnya.
Untuk ke depan, ia menegaskan pentingnya upaya mitigasi bencana yang melibatkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Mitigasi bencana terus kita upayakan. Tapi untuk angin puting beliung ini memang sulit diprediksi karena kejadiannya cepat sekali dan hujannya tidak terlalu lebat. Kita akan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi kondisi yang mengkhawatirkan,” tutupnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi