Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Mengunjungi Sekolah Unggul Garuda di Bogor, Muridnya Semangat Kuliah di Luar Negeri Bahkan Ada yang Diterima Kampus Top

Hilmi Setiawan • Kamis, 12 Februari 2026 | 09:21 WIB
Pembelajaran di Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT) SMA Cahaya Rancamaya Bogor (11/2). Sekolah ini merupakan satu dari 12 unit SUGT yang ada di Indonesia. (Hilmi/Jawa Pos)
Pembelajaran di Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT) SMA Cahaya Rancamaya Bogor (11/2). Sekolah ini merupakan satu dari 12 unit SUGT yang ada di Indonesia. (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kota Bogor jadi spesial karena jadi salah satu lokasi berdirinya Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT). Salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto untuk peningkatan SDM. Diantara tujuan Sekolah Garuda adalah mendampingi anak Indonesia tembus kuliah di top 100 kampus dunia.

Saat ini, sekolah Garuda di Indonesia sendiri berjumlah 12 unit. Salah satunya adalah SUGT SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School di Bogor Selatan, Kota Bogor. Program Sekolah Unggul Garuda sudah berjalan sekitar enam bulan. Sejumlah catatan positif dirasakan oleh sekolah pelaksana. Diantaranya minat para murid untuk melanjutkan studi di luar negeri meningkat tajam. Diantara kriteria SMA yang bisa menjadi Sekolah Garuda harus melaksanakan sistem boarding atau berasrama.

Kepala SUGT SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School Sandra Susanto mengatakan program kerjasama mereka dengan pemerintah sebagai pelaksana Sekolah Unggul Garuda tidak dalam bentuk kucuran uang. Jadi sama sekali tidak ada anggaran atau uang yang diterima sekolah dari pemerintah.

"Kerjasamanya dalam bentuk program," katanya (11/2). Program tersebut diantaranya bimbingan bahasa Inggris untuk ujian IELTS. Kemudian ada juga bimbingan minat, bakat, dan talenta. Kemudian juga dibekali menulis esay.

Menurut Sandra layanan pendampingan itu sangat penting. Karena program Sekolah Unggul Garuda tujuannya adalah mempersiapkan anak-anak SMA untuk bisa menembus kuliah di kampus top dunia. Program pendampingan itu tidak mengganggu pembelajaran, karena dilaksanakan setelah jam sekolah.

"Alhamdulillah dampaknya kami rasakan langsung. Anak-anak menjadi pede (percaya diri) untuk mendaftar kuliah di kampus top asing," tuturnya. Dia mengatakan sebelumnya minat siswa untuk kuliah di luar negeri sekitar 20 persen. Setelah ada program Sekolah Unggul Garuda itu, meningkat jadi 90 persen lebih.

Alasannya anak-anak lebih mudah mendapatkan skor IELTS tinggi sesuai permintaan kampus tujuan. Kemudian biaya studinya ditanggung lewat skema Beasiswa Garuda. Saat ini beberapa murid SUGT SMA Cahaya Rancamaya sudah ada yang diterima masuk kampus asing. Seperti dari Toronto University, NUS, The University of Sydney. "Beberapa masih menunggu pengumuman hasil seleksi," jelasnya.

Sandra menegaskan ada beberapa tuntutan dari pemerintah untuk sekolah pelaksana SUGT. Diantaranya adalah mengimbas ke sekolah di sekitarnya. Untuk menjalankan tugas ini, SUGT SMA Cahaya Rancamaya mengundang sekitar 20 murid SMA lain di sekitar mereka untuk ikut pelatihan bahasa Inggris dan pembekalan minat. Jadi fasilitas tersebut tidak bersifat eksklusif bagi sekolah mitra pemerintah.

Meskipun dijalankan di jenjang SMA, program Sekolah Unggul Garuda dilaksanakan oleh Kementerian Diktisaintek. Wamendiktisaintek Stella Christie mengatakan Sekolah Unggul Garuda mengusung konsep berasrama dengan tiga pilar utama. Yaitu pemerataan akses pendidikan, inkubator pemimpin bangsa, serta prestasi akademik dan pengabdian masyarakat.

“Presiden menginginkan anak-anak dari seluruh Nusantara memiliki wawasan global namun tetap menjaga kepekaan lokal," katanya. Sekolah Unggul Garuda akan menjadi inkubator pemimpin bangsa yang memahami kebinekaan dalam satu asrama. Dia mengatakan nantinya anak-anak dari Sekolah Unggul Garuda bisa mendapatkan beasiswa jika tembus 100 kampus top dunia. 

Editor : Bintang Pradewo
#bogor #sekolah unggul garuda #kuliah di luar negeri