KEBAYORAN BARU - Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) masih melakukan pendataan ulang pedagang Pasar Taman Puring, Kecamatan Kebayoran Baru yang terbakar beberapa waktu lalu.
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan Parulian Tampubolon mengatakan proses pendataan diperkirakan butuh waktu cukup lama. Sebab, pasca kebakaran para pedagang berjualan secara acak. Sehingga, menyulitkan petugas untuk melakukan pendataan.
’’Diperkirakan tuntas dalam waktu dua bulan. Pendataan ini membutuhkan waktu karena mereka saat ini terpencar-pencar," terang Parulian, Rabu (20/8).
Parulian menjelaskan, proses pendataan ulang ini diperlukan karena lokasi para pedagang tidak terkonsentrasi di satu titik. Banyak dari pedagang masih bertahan di area pasar dan ada juga yang berjualan di tempat sementara atau rumah mereka. "Nanti sesudah selesai inventarisasi, kami akan melaporkan kepada pimpinan sebagai langkah membuat keputusan," katanya.
Menurutnya, pendataan yang dilakukan terkait jumlah pedagang aktif, jenis dagangan, dan status kepemilikan kios atau lapak. "Data ini akan menjadi acuan dalam penataan maupun pembinaan selanjutnya," ungkapnya.
Ia menambahkan, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan mengerahkan petugas lapangan untuk melakukan verifikasi langsung ke lokasi. Proses ini juga melibatkan koordinasi dengan pengelola pasar, aparat wilayah, serta perwakilan pedagang.
Ia menuturkan, pendataan ulang juga menjadi penting untuk memastikan semua pedagang terakomodir secara adil dalam rencana penataan. "Kami mengupayakan agar penataan nantinya tidak mengganggu aktivitas perdagangan secara signifikan. Kami harapkan seluruh pedagang dapat bekerja sama selama proses pendataan," tutupnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi