Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Gubernur DKI Pramono Anung Larang Pelajar DKI Ikut Demonstrasi, Ini Alasannya!

Masria Pane • Kamis, 28 Agustus 2025 | 20:34 WIB

Pelajar menyaksikan petugas kepolisian menutup Jalan Tol Dalam Kota, Slipi, Jakarta Barat, kemarin (28/8). Penutupan jalan tol tersebut karena ada aksi unjuk rasa yang memanas di depan gedung DPR-RI.
Pelajar menyaksikan petugas kepolisian menutup Jalan Tol Dalam Kota, Slipi, Jakarta Barat, kemarin (28/8). Penutupan jalan tol tersebut karena ada aksi unjuk rasa yang memanas di depan gedung DPR-RI.


GAMBIR – Aksi unjuk rasa kelompok buruh berlangsung di Jakarta, kemarin (28/8). Dengan adanya aksi itu, Gubernur DKI Pramono Anung melarang pelajar ikut dalam aksi tersebut.

Politisi PDI Perjuangan itu bahkan sudah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Nahdiana untuk berkomunikasi dengan seluruh sekolah agar memperketat pengawasan. Hal ini bertujuan agar pelajar tidak ikut demo.

''Kenapa itu kami lakukan? Karena saya tahu bahwa ada beberapa sekolah yang memang melonggarkan, tidak mengira bahwa ini dilakukan oleh anak-anak sekolah di Jakarta,'' terang Pramono. Alhasil, beberapa pelajar terlibat dalam aksi demo yang sebelumnya berlangsung di Jakarta.

Meski begitu, Pram mengakui, aksi demonstrasi itu merupakan bagian dari demokrasi. ''Tentunya, saya tidak mau masuk dalam wilayah demonstrasinya, tetapi hanya khusus kepada anak-anak yang sekolah di Jakarta. Melalui Bu Kepala Dinas Pendidikan atas instruksi, permintaan saya mengirim surat, memberikan instruksi kepada seluruh kepala sekolah yang ada di Jakarta, dan itu sudah dilakukan,'' terangnya.

Sejak pagi kemarin, Pram mengaku terus mendapatkan laporan dari kepala Disdik DKI tersebut. Dia juga turut melihat perkembangan yang ada.

''Kita akan lihat sampai sore dan malam hari. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang kemarin,'' imbuhnya.

Terkait informasi adanya guru yang meminta siswa untuk selfie sebagai bukti keberadaan di sekolah, Pramono mengaku belum mengetahui secara pasti.

''Saya nggak tahu. Tapi yang jelas, bahwa Kepala Dinas Pendidikan telah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah yang ada di dalam naungan pemerintah Jakarta untuk mengawasi anak didiknya,'' kata Pram.

Selain soal pelajar, Pramono juga menyinggung soal kerusakan fasilitas umum akibat demonstrasi sebelumnya. Di antaranya, kerusakan separator Transportasi Jakarta (TJ) yang langsung diperbaiki.

"Itu tanggung jawab Pemprov. Walaupun Pemprov tidak ada ketika peristiwa terjadi, tetapi itu tetap menjadi tanggung jawab Pemprov DKI untuk memperbaiki dan membersihkannya,'' ujarnya. Dia memisalkan aksi pada 25 Agustus lalu, hanya sekitar satu hingga dua jam, lalu lintas sudah bersih dari sampah saat aksi massa berlangsung.

Soal sanksi bagi pelajar yang masih nekat ikut demo, Pramono menyerahkan sepenuhnya pada Disdik DKI dan masing-masing sekolah.

"Nanti Bu Kadisdik yang menentukan. Dan kepada Disdik sudah koordinasi dengan kepala sekolah yang ada," tutupnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Gubernur DKI Pramono Anung