JawaPos.com - Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) menggelar peringatan Dies Natalis ke-14 sekaligus Wisuda ke-11 di Jakarta, Sabtu (6/9). Dalam laporannya Plt Rektor UPJ Prof. Elisabeth Rukmini, Ph.D. menyampaikan sejumlah capaian dalam kesempatan itu menyampaikan sejumlah capaian.
Dia menyampaikan UPJ baru saja mendapatkan izin penyelenggaraan program Profesi Arsitek. "Sehingga total ada sebelas prodi (program studi) yang mutunya selalu kami jaga," katanya di podium.
Elisabeth mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang sudah tekun serta berintegritas dalam menjalankan studi. Kemudian dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua mahasiswa yang sudah percaya kepada UPJ untuk pendidikan anak-anaknya. "Sehingga bisa tumbuh menjadi manusia yang jaya," katanya.
Tema yang diangkat tahun ini adalah Berdaya, Berkarya, dan Bermakna. Elisabeth mengatakan tema itu sejalan dengan semangat Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek) yang menginginkan kampus berdampak. Pemerintah menuntut kampus untuk bermanfaat nyata bagi bangsa.
Dia menjelaskan kampus UPJ berupaya mewujudkan semangat berdampak itu dengan dua strategi. Yaitu lewat laboratorium hidup dan internasionalisasi melalui kerjasama dan digital learning. Sehingga bisa mencetak lulusan yang tangguh dan berdampak bagi dunia.
Elisabeth menjelaskan laboratorium hidup dilakukan lewat kolaborasi dengan 24 unit usaha PT Pembangunan Jaya dan mitranya. Unit usaha tersebut dijadikam sebagai mitra dalam ekosistem perkuliahan.
Dengan kolaborasi itu, membuat kelas perkuliahan terhubung dengan realitas urban. Mahasiswa ikut berkontribusi langsung dalam tata kota serta desain gaya hidup perkotaan. Kampus memfasilitasi mahasiswa dalam program magang terstruktur. Termasuk kegiatan kuliah tamu yang menghadirkan praktisi, serta pendampingan karir.
Elisabeth mencontohkan mahasiswa teknik sipil di UPJ ikut terjun sebagai tenaga riil proyek infrastruktur. Kemudian mahasiswa arsitektur terlibat dalam pembuatan karya arsitek yang nyata. Lalu mahasiswa komunikasi dan desain komunikasi visual ikut terlibat dalam pembuatan visual branding di mitra usaha. "Jadi mahasiswa bukan hanya belajar dunia kerja. Tetapi belajar di dalam dunia kerja," jelasnya. (wan)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi