JawaPos.com – Bus Transportasi Jakarta (TJ) mengalami kecelakaan sebanyak tiga kali dalam satu bulan. Kondisi itu membuat khawatir para masyarakat yang biasanya menggunakan transportasi publik milik Pemprov DKI tersebut.
Terkait kecelakaan itu, Gubernur DKI Pramono Anung tidak menampiknya. Dia menyatakan akan segera melakukan evaluasi terhadap BUMD DKI tersebut. ’’Ya (ada tiga kecelakaan), kami akan mengevaluasi Transjakarta,” kata Pramono.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, ada beberapa penyebab terjadi kecelakaan bus Transjakarta yang terjadi di Jakarta. Misalnya, ada kendaraan yang lain berusaha memotong bus saat mengaspal untuk melayani penumpang. Kondisi itu berpotensi besar terjadi kecelakaan. Namun begitu, ke depan, dia menegaskan agar tidak ada lagi terjadi kecelakaan saat melayani penumpang.
’’Tentunya, akan kami perbaiki. Gak boleh terjadi lagi (kecelakaan, Red),” imbuhnya.
Hal itu sangat ditekankan Pramono karena saat ini sudah banyak warga yang mau beralih ke transportasi publik di Jakarta. Utamanya, menggunakan bus TJ saat beraktivitas di Jakarta maupun ke Bodetabek.
’’Supaya ini memberikan rasa aman dan nyaman. Karena saat ini, orang naik TJ sudah naik signifikan,” jelasnya. Dia tidak ingin, kepercayaan publik kembali luntur dengan adanya kecelakaan yang berulang. Terlebih, Pramono juga sedang mendorong warga untuk menggunakan transportasi publik, dan beralih dari kendaraan pribadinya.
Sebagai informasi, TJ mengalami kecelakaan kali pertama pada 6 September dengan menghantam toko di Setiabudi, Jakarta Selatan. Kecelakaan kedua terjadi pada 18 September, bus TJ adu banteng dengan truk di Jalan Cideng Timur, arah Harmoni, Jakarta Pusat.
Sementara kecelakaan ketiga terjadi pada Jumat (19/9). Bus TJ menabrak motor, mobil, hingga ruko di Pulogebang, Jakarta Timur. Akibat kecelakaan itu, ada beberapa orang yang menjadi korban, termasuk penumpang, meski hanya luka-luka.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi